LSM MAPPAK Banten Pertanyakan Kualitas dan Anggaran Pemeliharaan Jalan Nasional Serang–Cikande
*
SERANG, — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) MAPPAK Banten menyoroti pelaksanaan pemeliharaan Jalan Nasional Serang–Jakarta, khususnya ruas Pakupatan hingga Cikande, yang dinilai tidak maksimal meski telah dilakukan perbaikan berupa tambal sulam menggunakan hotmix.
Berdasarkan pantauan LSM MAPPAK Banten bersama tim media di lapangan, perbaikan jalan yang dilakukan tidak menyeluruh. Tambal sulam terlihat hanya dilakukan pada titik-titik tertentu secara sepotong-sepotong, sementara di sepanjang ruas jalan tersebut masih banyak lubang yang belum diperbaiki. Bahkan, pada beberapa titik yang telah ditambal, permukaan jalan justru tampak bergelombang dan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Ketua LSM MAPPAK Banten, Ely Jaro, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia mempertanyakan kinerja serta realisasi anggaran pemeliharaan Jalan Nasional yang berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah I Provinsi Banten.
“Dari Pakupatan sampai perbatasan Cikande, masih banyak jalan berlubang. Kami dari MAPPAK Banten mempertanyakan pemeliharaan Jalan Nasional BPJN 1.1 ini. Sejak November hingga Februari, perbaikan terkesan tidak maksimal,” ujar Ely Jaro. Senin 2 Februari 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang rusak tersebut telah memicu banyak kecelakaan lalu lintas, termasuk kecelakaan tunggal akibat kendaraan masuk ke lubang jalan yang cukup dalam.
“Sudah banyak korban jatuh. Bahkan, Polsek Kragilan sempat menutup jalan bersama tukang ojek karena kondisi jalan membahayakan. Di Ciruas juga ada warga dan aktivis yang menutup lubang jalan secara swadaya setelah terjadi kecelakaan beruntun akibat lubang yang sangat dalam,” tambahnya.
Menurut Ely, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait pola pemeliharaan jalan nasional.
“Apakah anggaran pemeliharaan itu baru digunakan setelah jalan rusak parah? Atau bagaimana mekanismenya? Ini yang kami pertanyakan,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Sabtu, 31 Januari 2026, tim media mengonfirmasi salah satu pekerja pemeliharaan jalan di wilayah Cikande Modern bernama Didin.
Ia menjelaskan bahwa pemeliharaan Jalan Nasional pada ruas Serang–Cikande–Rangkasbitung dikelola oleh Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Banten.
“Untuk pemeliharaan jalan nasional ini dikelola oleh Satker PJN Wilayah I Provinsi Banten. Untuk hal lebih lanjut sebaiknya dikonfirmasi ke kantor, ke Bapak Haji Gia,” ujar Didin, seraya menyebut dirinya hanya sebagai pekerja lapangan.
Adapun pengelolaan pemeliharaan ruas jalan tersebut berada di bawah:
Balai: Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR.
Satker: Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Banten.
PPK: Preservasi ruas Serang–Cikande–Rangkasbitung umumnya ditangani oleh PPK 1.1 atau PPK 1.2.
Wilayah Kerja: Wilayah utara dan tengah Provinsi Banten, termasuk ruas jalan nasional yang melintasi Cikande.
Hingga berita ini diturunkan, pihak media telah berupaya mengonfirmasi Haji Gia, yang disebut sebagai pejabat di lingkungan BPJN Wilayah Banten, dengan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait besaran anggaran pemeliharaan, metode tambal sulam yang dinilai tidak merata, serta hasil pekerjaan yang masih bergelombang. Namun, belum ada respons resmi yang diberikan.
Sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan, media dan LSM MAPPAK Banten berharap pihak BPJN Wilayah Banten dapat memberikan penjelasan, antara lain:
Berapa besar anggaran pemeliharaan jalan yang direalisasikan pada ruas tersebut.
Alasan tambal sulam hanya dilakukan pada lubang berukuran besar, sementara lubang lain masih banyak ditemukan.
Penyebab hasil tambalan yang tidak rata dan bergelombang.
Alasan keterlambatan perbaikan, mengingat kerusakan telah terjadi sejak November–Desember, namun baru dikerjakan pada Januari.
Media ini masih terus berupaya mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak terkait sesuai dengan Undang-Undang Pers mengenai hak jawab.(Red)



Posting Komentar