Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Tabrakan Beruntun di Ruas Tol Sedyatmo Tepatnya di Depan Hotel Orchad, Berakhir Damai

Juni 11, 2024





TANGERANG -- Tabrakan beruntun terjadi Ruas Tol Jalan Ir Sedyatmo Tepatnya di Depan Hotel Orchad, Wilayah Hukum Polsek Benda, Polres Metro Tangerang Kota, Senin (10/6/2024) siang. 


Peristiwa Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi sekira pukul 13.30 WIB itu sempat membuat macet arus lalu lintas dan video kejadian tersebut beredar di media sosial (medsos).


Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, membenarkan perihal kejadian laka lantas tersebut. 


Ia membeberkan bahwa kejadian itu melibatkan 4 (empat) unit mobil yang berada di jalur yang sama, yakni Ruas Tol Jalan Ir.Sedyatmo Tepatnya di depan Hotel Orchad, arah Jakarta menuju Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.


Tabrakan beruntun ini berawal dari adanya kendaraan Toyota Innova Zenix bernomor polisi B 1534 DKN melaju ke arah Bandara Soekarno-Hatta berada di jalur ketiga, kaget melihat ada kendaraan lain yang tidak diketahui identitasnya mendahului dari sebelah kanan.


Sehingga pengemudi Innova Zenix itu menabrak kendaraan toyota Avanza B 2868 UYE, kemudian menabrak toyota Avanza Veloz, B 2182 KOE, Lalu toyota Veloz   menabrak lagi mobil yang berada di depannya yakni toyota Calya B 1025 RKP. Atas kejadian tersebut 4 (empat) unit  kendaraan mengalami kerusakan (kerugian materiil) dan tidak ada korban jiwa.


“Semuanya kendaraan ini datang dari arah yang sama, yaitu menuju Bandara Soetta,” ungkap Zain Selasa, (11/6/2024).


Kasus itu, kata Kapolres langsung segera ditangani anggotanya baik Unit Gakkum Polres Metro Tangerang Kota dibantu Unit Lantas Polsek Benda dan Polresta Bandara Soetta yang lakukan olah TKP dan mengurai kemacetan yang terjadi. Saat ini semua kendaraan berikut sopir semua kendaraan yang terlibat dibawa ke kantor Mapolsek Benda, Polres Metro Tangerang, Polda Metro Jaya, untuk penanganan lebih lanjut.


Kata Zain didampingi Kasat Lantas Kompol Joko Sembodo dan PLH Kapolsek Benda Akp Matsani, di sana semua pihak yang terlibat kecelakaan beruntun tersebut dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui  kronologis kejadian dan penyebabnya. Setelah dilakukan pemeriksaan semua, pengemudi Toyota Zenix siap bertanggung jawab atas kerugian materiil yang terjadi dan semua pihak sepakat menyelesaikan kejadian tersebut secara kekeluargaan (berdamai).


“Kejadian itu juga telah kita (Polisi) menangani dan melakukan pemeriksaan semua pihak, dan semua sepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan dan kerugian materi/kerusakan mobil ditanggung oleh pengemudi mobil toyota Innova Zenix,"tandasnya.

Dilaporkan Sempat Hilang Beberapa Hari, Akhirnya SN Berhasil Ditemukan Polisi

Juni 08, 2024



Jakarta - SN (16), seorang pelajar yang dilaporkan hilang dan meninggalkan rumahnya sejak Selasa (04/06/2024) akhirnya berhasil ditemukan oleh pihak Kepolisian.


Perempuan yang kerap disapa N, warga Duren Sawit, Jakarta Timur itu kini telah berkumpul kembali dengan keluarga tercintanya dalam keadaan sehat.


"Dimana pada hari ini Sabtu, Pukul 00.15 WIB sudah diketemukan dan sudah kembali kerumah dalam keadaan sehat," jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dr. Armunanto Hutahaean.


Lebih jauh AKBP Dr. Armunanto Hutahaean menjelaskan, bermula orang tua SN, bernama Andi Saputra, mendatangi SPKT Polres Metro Jakarta Timur pada Hari Rabu Tanggal 05 Juni 2024 sekitar pukul 07.00 WIB


Dalam laporanya itu, ia mengaku anaknya tersebut terakhir kali meninggalkan rumah pada hari Selasa tanggal 4 Juni 2024 sekira Jam 05.45 WIB, untuk berangkat ke sekolah di SMAN 61 Jakarta dengan menggunakan transportasi Jacklingko No.42 Pondok Kelapa-Kampung Melayu.


Setelah lebih dari 1x24 jam, SN tidak pernah kunjung pulang ke rumah. Orang tuanya yang resah sempat berusaha mencari ke sekolah dan sekitar sekolah dan terus menghubungi nomor telpon korban, akan tetapi tidak aktif. Kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur.


Pihak Kepolisian yang menerima laporan itu langsung menindak lanjuti, pada hari Kamis tanggal 06 Juni 2024 sekira jam 24.00 WIB Tim Opsnal Satreskrim Unit Resmob dan Unit Jatanras menemui pelapor untuk cek dan olah TKP kembali serta menggali informasi perihal keseharian korban, teman dekat korban dan kemudian mencari saksi-saksi lain dan juga bukti-bukti lain seperti CCTV serta upaya melakukan pengecekkan kembali nomor handphone korban.


Kemudian pada hari Jumat tanggal 7 Juni 2024 sekira pukul 18.30 WIB, Kasat Reskrim AKBP Dr. Armunanto Hutahaean mengumpulkan anggotanya di halaman parkir kantor PTUN Jaktim untuk melakukan pembagian tugas menyisir route dan cek CCTV jalur trayek Jacklingko 42 yang diduga ditumpangi korban saat meninggalkan rumah untuk tujuan ke sekolah.


Dari hasil pengecekan dan penelusuran oleh pihak Kepolisian, diketahui HP korban on/off disekitar Jl. Raya Penggilingan/RS. Islam Pondok Kopi.


Tidak sampai disitu saja, selanjutnya, tim Opsnal Satreskrim Polres Jaktim di back up oleh team Jatanras, Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya dan Team Resmob Bareskrim Polri beserta ayah korban  melakukan penyisiran disekitar daerah Penggilingan dan sekitar RS Islam Pondok Kopi.


Berkat upaya maksimal yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, akhirnya sekira Pukul 00.15 WIB korban ditemukan di dalam Mesjid Rumah Sakit Islam Pondok Kopi Duren Sawit Jakarta Timur.


"Dan selanjutnya korban di antar pulang ke rumah orang tua korban dengan kondisi sehat dan barang miliknya berupa laptop dan handphone lengkap," ungkap Kasat Reskrim AKBP Dr. Armunanto.


Saat ini kata Armunanto korban sudah berkumpul kembali dengan keluarga. Dan untuk sementara korban belum bisa dimintai keterangan terkait keberadaannya di Mesjid RS Islam Pondok Kopi karena masih dalam kondisi shock.


Sementara itu, orang tua korban, Andi Saputra menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada pihak Kepolisian yang telah berhasil menemukan anaknya yang sempat hilang tersebut.


Ia membenarkan bahwa anak kandungnya SN yang dikenal dengan panggilan N kini sudah ditemukan dan sudah berkumpul kembali dengan keluarga tercinta pada hari Sabtu, 8 Juni 2024 pukul 00.10 WIB.


"Syukur alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT. Dan tak lupa bersama ini kami juga menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas atensi, support dan doa dari berbagai pihak, terutama, institusi Kepolisian, teman-teman media, keluarga besar sekolah SMAN 61, SMAN 50, MTs 42, MIN 10 Jakarta, dan seluruh elemen masyarakat serta pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu," Ungkapnya.(ML) 

Satreskrim Polres Serang Bantu Amankan Unras Buruh Pabrik di Cikande.

Juni 06, 2024



SERANG  - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang diterjunkan untuk membantu tugas pengamanan aksi unjukrasa massa dari DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Serang di PT. Sinar Surya Abadi Sejahtera, Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Kamis (6/6/2024).


Tuntutan aksi unjukrasa di pabrik pembuatan karung tersebut yaitu mendesak pihak perusahaan mempekerjakan kembali 10 orang karyawan kepada posisi dan jabatan semula. Massa juga menuntut stop pemberangusan serikat pekerja (union busting).


"Pada aksi unjukrasa ini, massa menuntut agar 10 orang karyawan yang dipecat agar dikembalikan ke posisi dan jabatan semula. Massa juga menuntut stop union busting," kata Kasatreskim AKP Andi Kurniady ES.


Menurut Kasatreskim estimasi massa yang berunjukrasa sekitar 150 orang. Dalam pengamanan aksi unjukrasa rasa, Polres Serang menerjunkan puluhan personil dari berbagai satuan fungsi, termasuk di dalamnya dari Satreskrim berjumlah 4 personil dari Unit Tipidkor.


"Pengamanan dilakukan untuk melayani para pengunjukrasa dalam menyampaikan aspirasi. Aksi unjukrasa berjalan aman dan kondusif," jelas Andi Kurniady.(*/Red) 

Usai Dirawat selama 8 Hari, ART Lompat dari Atap Rumah Majikan Meninggal Dunia

Juni 06, 2024


TANGERANG -- Usai mendapatkan perawatan medis selama 8 hari sejak tanggal 29 Mei 2024 hingga 5 Juni 2024  CC (16) asisten rumah tangga atau ART yang nekat lompat dari rumah majikannya meninggal dunia di RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (5/6/2024) siang pukul 14.18 WIB di Ruang ICU.


Jenazah remaja berusia 16 tahun tersebut telah menjalani autopsi untuk kepentingan penyidikan Kepolisian Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya.


"Tindakan penanganan medis yang telah kami dilakukan setelah menerima laporan korban melompat dari atap rumah majikannya itu, di tanggal 29 Mei, korban segera kami bawa ke RS Tiara. Lalu keesokan hari 30 Mei 2024 korban dipindahkan ke RSUD Kabupaten Tangerang, untuk perawatan lebih intensif, 1 Juni pihak RSUD menyatakan jika korban tidak sadarkan diri dan dimasukkan ke ruang ICU, dan di hari Rabu, 5 Juni 2024 pihak RS menyatakan jika korban meninggal dunia," terang Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, bersama Dirut  RSUD kabupaten Tangerang, Asisten 3 Pemkot Tangerang dan Kadinsos Kota Tangerang, dalam press release di depan ruang Instalasi Pemulasaraan Jenazah. Rabu (5/6/2024) malam WIB.


Selanjutnya, usai melengkapi administrasi pengambilan jenazah dan melakukan autopsi. Dinsos Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota membantu pemulangan dan pengawalan Jenasah ke tempat asal korban di Kerawang.


"Almarhumah hari ini dimakamkan di kampung halamannya, yakni Karawang, Jawa Barat. Kami turut berdukacita atas meninggalnya korban," kata Kapolres.


Dalam kasus ini, kepolisian Polres Metro Tangerang Kota sudah menetapkan 4 orang sebagai tersangka, termasuk majikan korban berinisial L.


Sementara, Direktur RSU Kabupaten Tangerang Endang Widyastiwi menjelaskan penyebab meninggalnya CC, meskipun sempat menjalani perawatan medis.


Kata dia, dari hasil pemeriksaan medis menunjukan salah satu penyebab pasien meninggal dunia karena mengalami luka memar di bagian paru-paru yang cukup serius, untuk lebih pastinya akan dilakukan autopsi terhadap korban guna mengetahui penyebab kematiannya.


"Kondisi ini bisa membuat penggumpalan darah di situ, ada trauma yang cukup dalam, yang akhirnya menyebabkan kematian," kata Widyastiwi, Rabu (5/6/2024) malam.(*/Red) 

Polres Serang Evakuasi dan Olah TKP Kejadian Penemuan Korban Gantung Diri

Juni 05, 2024

 


SERANG - Pria tanpa identitas yang diperkirakan berusia 50 tahun ditemukan tewas gantung diri di areal pemakaman umum Kampung Sadang, Desa Ciagel, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang pada Rabu 5 Juni 2024.


Jasad korban ditemukan menggantung digudang peralatan pemakaman dengan kondisi leher terjerat tambang plastik. Guna pemeriksaan lebih lanjut, jasad korban dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Banten untuk pemeriksaan medis.


Kapolsek Cikande Kompol Andri Surya Kurniawan menjelaskan jasad pria berpakaian kemeja kotak-kotak ini pertama kali ditemukan oleh Marli Wijaya (59 tahun) dan Son ani (22 tahun) warga Kampung Ocit, Desa Ciagel yang akan mengambil bambu di sekitar areal pemakaman.


"Begitu melihat ada yang gantung diri di gudang penyimpanan peralatan pemakaman, kedua warga itu mengurungkan niatnya mengambil bambu. Kemudian keduanya melapor ke Ketua RT setempat," kata Kapolsek 


Setelah menerima laporan, Busro, Ketua RT bersama Marlina dan Son Ani kembali ke pemakaman untuk mengecek kebenaran laporan. Setelah kejadian itu benar adanya, Busro selanjutnya melaporkan ke Mapolsek Cikande.


Setelah dilakukan pemeriksaan luar (visum, red) oleh Tim Identifikasi Polres Serang dan Forensik Polda Banten, jasad korban selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara di Kota Serang.


"Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Tidak ada ciri-ciru khusus, korban berkepala gundul, usia sekitar 50 tahun, menggunakan topi hitam, kemeja biru putih kotak- kotak dan celana jeans biru. Bagi warga yang mengenali silahkan hubungi kantor polisi terdekat atau langsung ke RS Bhayangkara Polda Banten," tandasnya.(*/Red) 

Cepat Tangani Laka Lantas, Anggota Polsek Cikande Bawa Korban Jalan Licin ke Puskesmas

Juni 03, 2024

SERANG – Setiap anggota kepolisian selalu memegang moto yakni melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Dalam menjalani tugasnya tidak pernah mengenal waktu dimana pun dan kapan pun selalu siap melayani masyarakat.


Begitu juga yang di laksanakan oleh anggota polsek Cikande Bripka Ade yang menangani kejadian kecelakaan lalu lintas Jalan licin akibat ceceran tanah yang terjadi pada pagi hari ini, Senin (3/5/2024) sekitar pukul 07.00 Wib, di jalan raya Cikande Rangkasbitung di desa/Kecamatan Cikande Kabupaten Serang. 


Dalam kejadian, korban saat itu melintasi jalan yang penuh ceceran tanah, dan terjatuh mengakibatkan luka serius pada bagian kepala, dengan cepat dibawanya ke puskesmas Cikande hingga kemudian dirujuk ke Rs Hermina Ciruas. 


Kapolsek Cikande Kompol Andri melalui personil Unit Laka Bripka Ade mengatakan dalam menangani kecelakaan lalu lintas  selalu mengutamakan kecepatan dalam mendatangi kejadian perkara. 


"Dalam menangani kecelakaan lalu lintas ini selalu mengutamakan kecepatan dalam mendatangi tempat kejadian perkara, dimana kalau ada korban yang membutuhkan penanganan cepat bisa secepatnya di tangani oleh tenaga medis yang dekat dengan tempat kejadian tersebut, " ucap Ade yang juga bertugas sebagai bhabinkamtibmas Desa Koper. 


"Polsek Cikande Polres Serang selalu memberi himbauan pada warga untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalan licin, kurangi kecepatan agar tidak terjatuh saat melintasi jalan licin," pungkasnya.(*/Red) 

Sigap Laporan Warga, Personil Polsek Cikande Bersihkan Ceceran Tanah

Juni 03, 2024

 



SERANG - Personil polsek Cikande Polres Serang lakukan pembersihan ceceran tanah bersama petugas Pemadam kebakaran (Damkar) Modern Cikande, Senin (3/5/2024). 


1 (Satu) unit kendaraan mobil damkar diturunkan di lokasi ceceran tanah yang berada di Jalan Raya Cikande Rangkasbitung, desa/Kecamatan Cikande Kabupaten Serang. 


Pembersihan dengan air ini dilakukan dengan cara disemprotkan ke titik titik tanah yang menebal di jalan. 


Hal tersebut dilakukan adanya laporan warga, beberapa kendaraan roda dua yang melintasi jalan tersebut berjatuhan akibat ceceran tanah yang basah karena sempat di wilayah tersebut di guyur hujan, hingga mengakibatkan jalan licin. 


Kapolsek Cikande Kompol Andri melalui Kanit lantas Polsek Cikande Ipda Rudi mengatakan, anggota polsek Cikande bahu membahu membersihkan jalan tersebut dari banyaknya ceceran tanah,  baik dilakukan dengan alat pacul atau skop maupun dengan selang air yang langsung menyambung ke mobil damkar. 


"Kami lakukan ini, menyemprotkan air ke jalan dan penggunaan skop untuk mengambil ceceran tanah,  agar jalan tidak lagi licin, dan pengendara menjadi aman, serta tidak ada lagi pengendara yang jatuh akibat jalan licin, " ucap Rudi. 


"Kepada pengendara motor tentunya tetap berhati-hati, saat melintasi jalan licin, dengan mengurangi kecepatan agar tidak terjatuh, " pungkasnya.(*/Red) 

Kesalahpahaman Antara Sesama Aktivis Jayanti, Ketua Pokja: Gak Ada Keributan dan Sudah Clear

Juni 02, 2024

Kab. Tangerang - Terkait pemberitaan di beberapa media online, yang isunya bahwa Pokja Gabungan Jayanti melakukan tindakan kekerasan atau pengeroyokan terhadap salah satu aktivis yakni Saudara Supriadi alias Bonai yang merupakan Ketua Media Center Jayanti (Mcj), Ketua Pokja Gabungan Jayanti mengatakan bahwa itu hanya kesalah pahaman dan sudah clear, Minggu, (02/06/2024) 


Mulyani Ketua Pokja Gabungan Jayanti menyampaikan pada awak media, terkait isu isu yang beredar hanya kesalah pahaman antara Pokja gabungan jayanti dan Mcj saja. 


"Awalnya ketika kawan kawan  pokja mendapat informasi mobil tanah pada lewat dari pagi sampai siang hari, lalu kawan-kawan pokja mendatangi perbatasan guna membantu pihak dishub untuk melakukan putar balik, Namun tidak berselang lama datang juga kawan-kawan MCJ dan sedikit terjadi salah paham, karena sama -sama agak emosi, namun dapat di lerai dan saling maaf-maafan,"Ungkap Mulyani. 



Mulyani juga mengatakan selepas kesalah pahaman itu terjadi dan sudah saling bermaaf maafan pokja dan Mcj pun bergabung untuk membantu pihak Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memutar balikkan kendaraan mobil Dump Truck pengangkut tanah karena ada larangan peraturan bupati Kabupaten Tangerang (Perbup)  Nomor 12 Tahun 2022 tentang jam operasional kendaraan yang mana diberlakukan pukul 22:00 sampai dengan pukul 05:00 Wib. 


"Dan saat itu juga saling bantu dengan pikak dishub, Jadi isu yang berkembang sangat berlebihan dan di lebih-lebihkan, Bahkan saya pribadi sebagai ketua pokjapun masih komunokasi dengan saudara bonai, Dan ketemu ngobrol bareng," Imbuhnya. 


Di akhir Mulyani mengatakan, "Saya tegaskan, terkait isu-isu diluaran itu tidak benar dan di lebih-lebihkan," Tandasnya. 


Pesan Mulyani Ketua Pokja gabungan Jayanti, "Saya harap agar semua pihak baik Pokja maupun Mcj jangan sampai terprovokasi oleh pihak pihak atau oknum yang ingin memecah belah persatuan dan persaudaraan antar sesama aktivis Jayanti, Ayo sama sama kita bergandengan tangan untuk membuat kondusifitas wilayah kecamatan Jayanti sesuai dengan sloganPokja, membuat jayanti sejuk,"Pungkasnya.(DK/TW) 

Polisi Tetapkan 1 Tersangka ART Loncat dari Lantai Atap Rumah Bertingkat di Cimone Karawaci

Juni 01, 2024


TANGERANG -- Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota menetapkan 1 (satu) tersangka penyalur Asisten Rumah Tangga (ART) dalam peristiwa seorang ART berinisial CC (16)  melompat dari atap rumah bertingkat lantai 3 di Cimone, Kota Tangerang yang terjadi pada hari Rabu, 29 Mei 2024, kemarin sekira pukul 06.45 WIB.


Tersangka berinisial J bin A (26) diduga telah melakukan tindak pidana eksploitasi anak atau memperkerjakan anak dengan cara memalsukan identitas korban agar bisa diperkerjakan sebagai ART, membuat dokumen autentik berupa KTP Palsu dengan memalsukan umur korban menjadi 21 tahun dan beralamat di Brebes, padahal saat ini usia korban masih 16 tahun (anak) sesuai KK dan Ijazah SMP Korban yang beralamat di Kerawang. Disamping itu hasil pengecekan di Disdukcapil, NIK di KTP Palsu yang di buat tidak ter-rigester/tidak terdaftar.


Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho didampingi Kasi Humas Kompol Aryono dan Kasat Reskrim Kompol Rio Tobing mengatakan penetapan tersangka ini berdasarkan gelar perkara dari hasil pemeriksaan korban, saksi-saksi dan barang bukti, termasuk KTP Palsu yang telah berhasil disita.


"Terhadap tersangka J, saat ini telah dilakukan penahanan di Rutan Polres Metro Tangerang Kota," ungkap Zain. Sabtu, (1/6/2024) sore WIB.


Kapolres juga telah berkoordinasi bersama  dengan PJ Walikota Tangerang dan bersama-sama Forkopimda menjenguk korban di RSUD Kab Tangerang setelah selesai Upacara Hari Lahir Pancasila bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Tangerang. 


Pada kesempatan tersebut PJ Walikota Tangerang, Dr Nurdin menyampaikan bahwa akan melakukan penanganan medis secara optimal mungkin terhadap korban, agar dapat kembali ke keadaan semula dan Pemkot akan menanggung seluruh biaya penanganan tersebut. Disamping itu akan dilakukan pendampingan terhadap korban oleh Unit PPA dan P2TP2A, juga pemulihan trauma oleh Psikiater.


"Saat ini korban masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Tangerang. Dan biaya penanganan medis korban akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemkot Tangerang," jelasnya.


Saat ini Polres Metro Tangerang Kota terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang membuat KTP Palsu, pemeriksaan terhadap penyalur, dan melakukan pemeriksaan terhadap majikan korban atas nama LA. Dari hasil.pemeriksaan tersebut nantinya baru akan diputuskan terhadap status majikan korban.


Zain menyebutkan, terhadap oknum penyalur ART tersebut disangkakan dengan Pasal 2 UU RI No. 21 th 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan/atau Pasal 76i jo. Pasal 88 dan/atau Pasal 76C jo. Pasal 80 UU RI No. 35 th 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 ttg Perlindungan Anak dan/atau Pasal 44 dan/atau Pasal 45 UU RI No. 23 tahun 2004 tentang PKDRT dan/atau Pasal 68 jo. Pasal 185 UU RI No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan atau pasal 263 dan atau pasal 264 dan atau pasal 333 KUHP.


"Terhadap pelaku dapat terancam hukuman pidana penjara selama 15 tahun,"tutup Zain.(*/Red) 

ART di Tangerang Lompat dari Lantai Atap Rumah Mewah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Mei 30, 2024



TANGERANG -- Warga perumahan Cimone Permai, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang dihebohkan dengan peristiwa seorang perempuan melompat dari Atap Rumah Mewah Bertingkat (lantai 3) berinisial CC (16) yang berprofesi sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah mewah tersebut.


Peristiwa yang terjadi Rabu, 29 Mei 2024 sekira pukul 06.45 WIB. Sejumlah warga yang melihat langsung memberikan pertolongan kepada korban hingga nyawanya dapat diselamatkan. Ada beberapa warga yang juga sempat memvideokan peristiwa tersebut.


Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho didampingi Kasi Humas Kompol Aryono, Kasat Reskrim, Kompol Rio Tobing dan Kapolsek Karawaci Kompol Antonius mengatakan pihaknya dalam hal ini Unit PPA Satreskrim dan Polsek Karawaci Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya masih fokus koordinasi penanganan medis terhadap korban dengan Dinkes dan Dinsos Kota Tangerang, serta melakukan penyelidikan untuk mengklarifikasi semua saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti terkait peristiwa tersebut. Kamis, (30/5/2024)


"Setelah mendapatkan laporan dari warga, petugas segera mengecek korban di RS Tiara Karawaci guna memastikan kondisi korban dan penanganan medisnya dan mendatangi lokasi kejadian untuk mengetahui kejadian sesungguhnya dari keterangan saksi-saksi ," kata dia. 


Fakta awal yang didapatkan, bahwa korban masih dibawah umur (16 tahun) sesuai KK dan Ijazah korban yang didapatkan dari orang tuanya, namun korban memiliki KTP berusia 22 tahun,. Dan diduga telah terjadi dugaan peristiwa tindak pidana pemalsuan identitas korban agar korban bisa diperkerjakan sebagai ART. Hal tersebut termasuk dalam TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang). Sedangkan kekerasan terhadap korban ART tersebut masih kita dalami, termasuk motif korban melompat dari atap rumah mewah tersebut.


Kendati demikian, Kapolres masih belum dapat merinci hasil dari penyelidikan dilakukan polisi. Namun, Zain menyampaikan akan memberikan informasi lebih lanjut setelah dilakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.


"Nanti akan kita sampaikan usai hasil penyelidikan lebih lanjut,"singkatnya.(*/Red) 

Diduga Korban Tabrak Lari Dumptruk Tanah, Pelajar Asal Desa Koper Meninggal Dunia

Mei 28, 2024


Serang, -- Diduga telah terjadi tabrak lari hingga korban meninggal dunia, kejadian sekitar jam 16:30 wib di kampung pasar lama Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Selasa 28 Mei 2024.



Salah seorang teman korban yang selamat dari kejadian tersebut berasal dari warga Desa Koper, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, mengatakan mobil Dump Truck nya kabur, diduga ada tulisan C*k**.



Saksi mata inisial R juga menyampaikan hal yang sama, benar mobilnya tersebut langsung kabur, ada tulisan C*k**, jelasnya.



Lain halnya dengan salah seorang warga pada saat kejadian mengatakan waduh itu, bekingannya kuat, ucap warga tak mau menyebutkan indentitas.



Korban berjenis kelamin perempuan diduga berstatus pelajar warga asal desa koper. sedangkan kendaraan yang ditumpangi nya jenis motor Honda Vario A 5604 AX.


Sampai berita ini diterbitkan pihak Dump Truck dan Kepolisian belum dapat dimintai keterangan nya.(Red)

Heboh, Siswi Pelajar Kelas 2 Aliyah di Salah Satu Ponpes Kabupaten Tangerang Diduga Upload Video Tak Senonoh di Media Sosial Facebook

Mei 28, 2024
Ilustrasi Video tidak Senonoh


Tangerang, -- Baru baru ini warga Desa Pabuaran Kecamatan Jayanti dihebohkan dengan aksi salah seorang perempuan diduga meng upload Video tidak senonoh dirinya di akun Facebook diduga miliknya. 


Video berdurasi 0,59 detik yang sempat diunggah di Facebook meresahkan netizen dan masyarakat, namun dalam pengamatan Bhinneka News, video yang menunjukkan pornografi tersebut diduga telah dihapus. 



Saat ditelusuri, perempuan tersebut berinisial US, siswi kelas 2 Aliyah di Ponpes Hidayatul Ummah yang beralamat di Kp Kubang, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Tangerang. 


Hal itu dibenarkan oleh Pengurus Ponpes Hidayatul Ummah," Ya betul,. ada siswi kami bernama itu, cuma dia hanya sebagai peserta didik, bukan santriwati," ujar Sibli saat dikonfirmasi, Selasa (28/5/24). 



Sibli tidak mau berspekulasi perihal adanya kejadian yang dilakukan oleh US, karena pihaknya mengatakan itu di luar dari pengawasan sekolah, sebab saat itu pihak sekolah dan wali kelas mengkonfirmasi kepada orang tua US, kejadian tersebut masih simpang siur apakah itu baru baru ini, atau saat masih masa SMP sesuai keterangan dari wali murid US. 



"Soal itu dilakukan waktu nya kapan kami sendiri mendapatkan jawaban, disebut apakah saat SMP, atau baru baru ini, dari keterangan orangtuanya ke Pihak sekolah, bahwa US mengalami sedikit kurang ingatan, atau tekanan mental," terang Sibli. 




Sementara, Ahmad S Wali Kelas US juga membenarkan, US merupakan anak didiknya yang tengah duduk dibangku kelas 2 Aliyah, " Betul itu anak siswi kami, dia warga Kp Kubang, terkait adanya kejadian itu, Kami sudah panggil dan konfirmasi kesiswaan, hanya saja belum jelas kapan dan dimana itu dilakukan itu kami belum dapat menyimpulkan dan menjelaskan banyak," ujar Ahmad dihubungi terpisah. 



Ahmad juga menjelaskan dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap kedua orang tua US bertemu di sekolah. " Ya dalam waktu dekat kita panggil dan pertemuan di sekolah," sambung Ahmad. 



Media ini terus berupaya mengkonfirmasi beberapa pihak termasuk orang tua dari US, namun sayang hingga berita ini dimuat, belum mendapatkan akses komunikasi. (DK/Tim)

Momen Kapolres Metro Tangerang Kota Bantu Korban Lakalantas

Mei 24, 2024


TANGERANG - Kapolres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dengan sigap membantu korban kecelakaan lalu lintas di Bunderan Tugu Adipura Jalan M. Yamin, Kecamatan Tangerang,  Kota Tangerang, Banten. Pada Kamis (23/05/2024).


Nampak Zain dibantu para pengendara lainya yang melintas mengangkat para korban untuk segera dibawa kerumah sakit terdekat.


"Iya ada bapak-bapak pakai seragam polisi,  keluar mobil langsung bantu angkat korban,saya baru tahu kalau itu Kapolres," Ungkap salah seorang pengendara yang melintas lokasi.


Diketahui sebelum kejadian Kapolres Metro Tangerang Kota melakukan giat monitoring pengamanan Liga 3 Nasional di stadion Benteng Reborn, lalu melintasi lokasi kejadian lakalantas.


*KRONOLOGIS KEJADIAN*


Menurut Kanit Lama Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKP Badruzzaman menjelaskan bahwa Sepeda Motor Suzuki Satria Fu No.Pol.:B-3881-SYW yang dikendarai Desta Herman Karisman Gulo melaju dari arah Cipondoh menuju kearah Pasar Lama.


"Sepeda Motor Suzuki Satria Fu menerobos lampu merah, melintasi jalan Veteran sesampainya di bundaran Tugu Adipura Kel. Sukasari Kec. Tangerang Kota Tangerang, menabrak Sepeda Motor Honda Vario yang dikendarai Dimas Adi Roso berboncengan dengan Wulandari yang melaju dari arah Veteran menuju kearah Cipondoh dengan cara menerobos lampu merah, maka terjadilah kecelakaan lalulintas," Paparnya saatnya dihubungi Wartawan, Jumat (24/5/2024).


Akibat dari kecelakaan tersebut, kedua Sepeda Motor mengalami rusak dan pengendara Sepeda Motor Honda Vario No Pol B-6242-JBW yang bernama Dimas Adi Roso dan yang dibonceng bernama Wulandari mengalami luka.


"korban saat ini dalam penanganan medis di RSUD Kota Tangerang," Pungkasnya.(*/Red) 

Rumah Pegi alias Perong Pelaku Pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon Digeledah Polisi

Mei 23, 2024


CIREBON, - Petugas gabungan melakukan penggeledahan terhadap rumah Pegi Setiawan alias Perong, salah satu terduga pelaku pembunuhan serta pemerkosaan Vina Dewi Arsita di Cirebon pada 2016 silam.


Penjagaan ketat dilakukan oleh petugas kepolisian di jalur masuk rumah Pegi Setiawan, Sejumlah jurnalis dilarang mendekati lokasi penggeledahan.


"Silakan dari sana saja, tidak usah mendekat," kata salah satu petugas yang berjaga di lokasi, Rabu, 22 Mei 2024.


Kediaman Pegi berada di Blok Simaja, Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 


Lokasinya cukup terpelosok dan harus melewati lahan yang tertanam sejumlah  pohon berukuran besar. 


Masniah (55) salah satu warga, membenarkan bahwa yang sedang digeledah oleh pihak kepolisian adalah rumah dari Pegi Setiawan.


Menurut Masniah, Pegi tinggal bersama dengan nenek, orang tua serta adiknya. 


Sedangkan ayahnya menikah lagi dan tinggal di Bandung.


Masniah juga membenarkan jika Pegi yang rumahnya saat ini sedang digeledah oleh pihak kepolisian, bekerja sebagai kuli bangunan.


"Iya benar, kerjanya kuli bangunan," ungkap Masniah.


Sebelumnya polisi telah menangkap Pegi alias Perong pada Selasa malam, 21 Mei 2024, di Kota Bandung. 


Kini dua orang tersangka lainnya yaitu, Dani dan Andi masih dalam pengejaran polisi.(*) 

Pegi Alias Perong Dalang Pembunuhan Vina dan Eki Cirebon Ditangkap di Bandung

Mei 23, 2024


BANDUNG, - Buron kasus pembunuhan Vina Cirebon, Pegi Setiawan alias Perong disebut polisi bekerja sebagai tukang bangunan sebelum akhirnya ditangkap pada hari ini, Selasa (21/5).


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan Pegi ditangkap di Bandung. 


Selama di Bandung Pegi bekerja sebagai tukang bangunan, Namun Jules tidak menjelaskan secara rinci lokasi penangkapan Pegi.


"Jadi Pegi yang kita DPO informasi terakhir yang kami dapatkan bekerja sebagai buruh bangunan di Bandung," kata Jules, Rabu (22/5)."


Pegi Setiawan adalah satu dari tiga tersangka kasus pembunuhan Vina Cirebon yang buron. Setelah berkeliaran selama delapan tahun sejak 2016, Pegi ditangkap di Bandung hari Ini.


Polisi masih mengejar dua pelaku lainnya, yakni Andi dan Dani.


Mereka yang telah- Pegi Alias Perong Dalang Pembunuhan Vina dan Eki Cirebon Ditangkap di Bandung -


BANDUNG, - Buron kasus pembunuhan Vina Cirebon, Pegi Setiawan alias Perong disebut polisi bekerja sebagai tukang bangunan sebelum akhirnya ditangkap pada hari ini, Selasa (21/5).


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan Pegi ditangkap di Bandung. 


Selama di Bandung Pegi bekerja sebagai tukang bangunan, Namun Jules tidak menjelaskan secara rinci lokasi penangkapan Pegi.


"Jadi Pegi yang kita DPO informasi terakhir yang kami dapatkan bekerja sebagai buruh bangunan di Bandung," kata Jules, Rabu (22/5)."


Pegi Setiawan adalah satu dari tiga tersangka kasus pembunuhan Vina Cirebon yang buron. Setelah berkeliaran selama delapan tahun sejak 2016, Pegi ditangkap di Bandung hari Ini.


Polisi masih mengejar dua pelaku lainnya, yakni Andi dan Dani.


Mereka yang telah diadili diantaranya Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, Rivaldi Aditya Wardana dan Saka Tatal.


Tujuh orang dijatuhi hukuman masing-masing penjara seumur hidup, sedangkan satu orang anak di bawah umur dijatuhi hukuman penjara delapan tahun.


Mari Bergabung Ke Group TELEGRAM Berita Viral 24Jam👇

https://t.me/harianberitaviral24jam diadili diantaranya Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, Rivaldi Aditya Wardana dan Saka Tatal.


Tujuh orang dijatuhi hukuman masing-masing penjara seumur hidup, sedangkan satu orang anak di bawah umur dijatuhi hukuman penjara delapan tahun.(*/Red) 

Diduga Depresi Karena Diperkosa Ayah Tiri, Siswi SMA di Morowali Tanpa Sengaja Menikam Ibu Kandungnya Hingga Tewas

Mei 23, 2024

MOROWALI, - Zainab, seorang remaja perempuan berusia 17 tahun diduga membunuh ibu kandungnya, Kartini, 45.


Berdasar unggahan X @RadioElshinta, Zainab membunuh ibu kandungnya di kamar dengan menggunakan pisau.


Peristiwa berdarah anak membunuh ibu kandungnya tersebut terjadi pada Senin (20/5) di Desa Onepute Jaya, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah pukul 04.45 WITA.


Menurut unggahan tersebut, Zainab memasuki kamar ibunya lalu menikamnya.


Karena ibunya sempat berteriak, ayah Zainab mendekat untuk melerai, namun ayahnya juga mendapat tikaman.


Setelah kejadian tersebut, Zainab diamankan paman dan warga setempat. 


Dia dikabarkan depresi hingga belum bisa dimintai keterangan polisi.


Dalam unggahan tersebut, akun X dengan nama pengguna @RLifanti00 yang mengaku warga setempat menyatakan kronologi tersebut tidak benar.


Akun tersebut mengungkapkan, Zainab mengalami depresi sebelum peristiwa tersebut terjadi.


Hal tersebut setelah dia diperkosa ayah tirinya.


“Kronologinya itu si anak depresi karna si anak ini diperkosa sama bapaknya, lantaran depresi terus si anak merencanakan pembunuhan dgn tidur sama orang tuanya,” tulisnya.


Saat menikam leher ayahnya, ibu Zainab mencoba melerai hingga akhirnya ibunya yang terkena tikaman dibagian perut hingga berakhir tragis dengan tewasnya si ibu dan ayah tirinya juga terkena tikaman di bagian leher sebelah kanan dan sudah mendapat perawatan di puskesmas.(*/Red) 

Respon Cepat Pemdes Solear Terhadap Wilayahnya Dalam Menangani Tanah Longsor

Mei 21, 2024


Tangerang || Pemerintahan Desa (PEMDES) Solear respon cepat dalam menangani masalah tanah longsor, yang berlokasi di kampung Pasir Kiang RT 005/002 Desa Solear Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang-Banten.


Intensitas curah hujan yang mengguyur secara terus menerus selama tiga hari tiga malam, membuat tanah menjadi labil dan menimbulkan longsor menutupi sebagian jalan poros desa Solear.


Informasi yang di himpun oleh awak media via salah satu staff desa Solear lewat WhatsApp menyebutkan, bahwa :

 "Pemdes Solear sedang berbenah menangani tanah longsor, dan pihak Pemdes Solear segera membuatkan turap mengantisipasi hal-hal yang nantinya tidak di inginkan. Pemdes Solear dalam membangun turap menggunakan dana talangan dalam menangani masalah yang ada, karena jika harus menunggu pencairan dana desa itu akan memakan waktu lama, dan khawatir akan bertambah parah kerusakannya" jelasnya (Selasa 21/05/2024).


Pemdes Solear berkomitmen menjaga wilayah dan peduli terhadap warganya.

Sebab peran desa adalah sebagai wadah /tempat untuk menanggapi dan menangani masalah yang terjadi di sekitar pemerintahan desa nya.


(Taswan)

Bocah 6 Tahun di Pematang Siantar Dicabuli Teman Ayahnya Hingga Kemaluannya Berdarah

Mei 20, 2024



SIANTAR, - Seorang putri berusia 6 tahun di Siantar terpaksa menjalani perawatan di RSUD Djasamen Saragih, Senin (20/5/2024) siang.


Bocah berinisial T ini menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan teman sang ayah sendiri.


Di rumah sakit, teman ibunda korban Parida mengatakan bahwa T mulanya merasakan kesakitan di area kemaluan pada hari Kamis (16/5/2024) pekan lalu.


Kesakitan tersebut pun menjadi-jadi sehingga ibu korban mencoba menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Karena mamaknya ini sakit-sakitan, sering lah diantar tempat ayahnya. Orangtuanya pisah gitu lah. Kemudian Kamis lalu saat dijemput, korban mengeluh kesakitan di area kemaluan. Katanya sakit tapi gak jelas cerita kenapa,” ujar Parida.


Ibu korban pun mulai khawatir karena T merasa gatal di area kemaluan sehingga bersama Parida menanyakan kembali.


“Dikasih tahu dia lah (dilecehkan kawan ayah). Makanya tadi kami ke Polres Siantar buat laporan dan dirujuk ke sini untuk visum,” kata Parida.


Saat ini pelaku pencabulan sudah masuk Daftar Pencarian Orang(DPO) Polres Siantar, belakangan diketahui Pelaku bernama JAMAL.(*) 

Bus Pariwisata Tabrak 4 Pejalan Kaki di Lumbanjulu Toba Gegara Sopir Ngantuk, 2 Orang Tewas 2 Luka Berat

Mei 18, 2024


LUMBANJULU, - Satu bus pariwisata menabrak empat pejalan kaki di Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut).


Akibat kejadian itu, dua orang dilaporkan tewas.


Kasat lantas Polres Toba Iptu Nanang Kusumo mengatakan kecelakaan itu terjadi di Jalan Lintas Medan-Tarutung, tepatnya di Kelurahan Pasar Lumbanjulu, Kecamatan Lumbanjulu, Jumat (17/5/2024) sekira pukul 11.11 WIB.


Bus itu membawa 25 penumpang.


"Akibat kejadian tersebut, dua pejalan kaki meninggal dunia dan dua pejalan kaki yang masih anak-anak mengalami luka berat," kata Nanang, Jumat (17/5/2024).


Nanang menyebut peristiwa itu berawal saat bus pariwisata Big Bird dengan nomor polisi B 7798 BAA itu melaju dari arah Tarutung menuju Medan.


Bus itu dikemudikan oleh M Alfi Syahrin Lubis (40).


Setibanya di lokasi kejadian, sopir diduga mengantuk hingga menabrak para korban.


"Diduga sopir mengantuk dan tidak hati-hati, sehingga menabrak empat pejalan kaki yang sedang di pinggir jalan," sebutnya.


terhadap korban meninggal dan luka-luka dibawa ke RSUD Porsea.


Adapun korban tewas, yakni Rina Butarbutar (14), Evi Sidabutar (36), sedangkan dua korban luka berat adalah Vinsensius Gultom (7) dan Vania Hutagalung (1).


Sedangkan untuk Sopir bus sudah diamankan di Mapolres Toba.(*) 

Pengamen Jalanan Nekat Lakukan Percobaan Bunuh Diri dengan Menyayat Leher, Polisi Dalami Motif

Mei 18, 2024




TANGERANG -- Polisi Polsek Teluknaga, Polres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya masih mendalami upaya percobaan bunuh diri dilakukan seorang pria dengan cara menyayat leher sendiri menggunakan pisau cutter. Pada Jumat, 17 Mei 2024, sekira pukul 12:30 WIB. 


Piket Reskrim Polsek Teluknaga, yang menerima laporan warga tersebut langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi kemudian bergerak cepat segera melarikan korban kerumah sakit, beruntung nyawanya masih bisa terselamatkan.


Kapolsek Teluknaga, AKP Wahyu Hidayat mengatakan korban bernama Ujang ((18) warga Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Pekerjaan korban adalah sebagai seorang pengamen jalanan dan juga buruh pabrik.


"Saat ini korban masih dalam perawatan di Rumah Sakit BUN, Kosambi, akibat luka sayatan dibagian leher," kata Wahyu. Jum'at (16/5/2024)


Hingga saat ini, korban masih belum dapat dimintai keterangannya. Namun, kata Kapolsek, pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi-saksi di lokasi kejadian termasuk meminta keterangan orang tua angkat korban dan ketua RW tempat tinggalnya. 


"Upaya percobaan bunuh itu dilakukan di samping Pos Security POS 2 Griya Dadap, Kampung Dadap Jati, Kecamatan Kosambi. Awalnya Korban menghampiri temannya dengan sambil membawa pisau cutter ditangan, kemudian ditanya "ngapain kamu? lalu dijawab korban, "saya mau bunuh diri" dan secara tiba-tiba korban langsung menyayat lehernya sendiri," beber Wahyu.


Untuk sementara, berdasarkan keterangan ketua RW, tempat korban tinggal, dikatakan bahwa korban beberapa hari lalu juga sempat berusaha melakukan percobaan bunuh diri, namun digagalkan oleh keluarganya.


"Belum diketahui pasti apa penyebab Korban melakukan aksi nekat percobaan bunuh diri tersebut. Saat korban ini masih dalam keadaan sadar, tetapi masih belum bisa dimintai keterangannya,"tutur Kapolsek.(*/Red) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *