Kapolda Banten Turut Berduka atas Wafatnya Eyang Meri, Istri Almarhum Jenderal Hoegeng
SERANG,– Kapolda Banten Irjen Pol Hengki beserta staf dan jajaran Polda Banten menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Meriyati Roeslani Hoegeng, istri almarhum mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Sosok yang akrab disapa Eyang Meri tersebut meninggal dunia pada Selasa, 3 Februari 2026, dalam usia 100 tahun.
Eyang Meri mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Almarhumah lahir pada 23 Juni 1925 dan dikenal sebagai figur sederhana, kuat, serta setia mendampingi Jenderal Hoegeng yang menjadi teladan integritas dan keteladanan di tubuh Polri.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Eyang Meri. “Kami keluarga besar Polda Banten turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya Eyang Meri. Beliau adalah sosok istri Bhayangkara yang luar biasa, yang dengan kesederhanaan dan keteguhan hati telah menjadi bagian penting dari perjalanan hidup almarhum Jenderal Hoegeng,” ujar Kapolda Banten.
Lebih lanjut, Kapolda menuturkan bahwa keteladanan keluarga Jenderal Hoegeng, termasuk Eyang Meri, merupakan warisan nilai moral yang patut dijadikan inspirasi bagi seluruh insan Bhayangkara. “Nilai kejujuran, kesederhanaan, dan pengabdian yang ditunjukkan oleh keluarga Jenderal Hoegeng akan selalu menjadi sumber inspirasi bagi kami dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tambahnya.
Kapolda Banten juga mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. “Semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima di sisi allah swt. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan keikhlasan dan ketabahan hati,” tutup Kapolda Banten. (*/Red)

Posting Komentar