Menolak Jadi Rentenir Mencekik, Pria di Tangerang Malah Dikeroyok Mantan Boss Hingga Kritis di ICU!
![]() |
| Ilustrasi Pengeroyokan |
Tangerang, Selasa (4/8/26). -- Keinginan untuk bekerja halal justru berbuah petaka. PG alias Gulo hanya bertahan 4 hari bekerja di unit usaha bank keliling milik ED Dohona setelah menyadari sistem kerja yang bobrok, biaya operasional motor yang mencekik tanpa uang pengganti, dan hati nuraninya yang menolak memperdaya masyarakat kecil.
Namun, niat baik untuk mengembalikan motor inventaris Vixion pada 28 September 2025 disikapi dengan kejahatan luar biasa. Hanya karena menolak mengeksploitasi warga, Gulo dibayar dengan siksaan fisik dan pelecehan brutal. Kasus ini menjadi cermin kelam praktik bank keliling ilegal di Tangerang yang tidak hanya mencekik nasabah, tapi juga menyiksa pekerjanya.
Dikisahkan istri korban kepada awak media, suami saya WA kalau saya nggak pulang mala mini kemungkinan beso saya sudah jadi mayat. ED Dohona, S Daeli, M Laoli, Ama Putra, dan seorang pelaku lainnya berkumpul sambil menenggak minuman keras. Tanpa alasan sah, pesta miras itu berubah menjadi aksi pengeroyokan brutal dan siksaan fisik tanpa henti dialami suami saya, bukan hanya itu, suami saya dalam kondisi tak berdaya dan berdarah-darah, dipaksa merepotkan celana. di bawah ancaman bilah pisau, suami saya dipaksa bermasturbasi, menonton konten pornografi, hingga dipaksa video call dengan saya”, ujarnya
Risman Harefa, S.H., selaku kuasa hukum memperingatkan bahwa jika kepolisian tidak bertindak cepat dan transparan, resah di masyarakat bisa berbuntut panjang. Kepolisian Polda Banten dan Polresta Tangerang dituntut mengambil langkah ekstra-cepat sebelum amarah publik meluap akibat lambatnya penanganan kasus kekerasan sadis ini.(Red)

Posting Komentar