MBG di SMPN 1 Cikande Disorot! Paket 3 Hari Diduga Tak Sesuai Standar, Menu Didominasi Rice Crackers dan Susu Anak Kecil
SERANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi siswa kini menuai sorotan. Kali ini, pelaksanaan program tersebut di SMP Negeri 1 Cikande, Kabupaten Serang diduga tidak berjalan sesuai harapan.
Sejumlah wali murid mempertanyakan menu MBG yang diterima siswa, yang dinilai tidak sebanding dengan tujuan program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi pelajar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket MBG untuk tiga hari yang diterima siswa hanya berisi:
1 buah kue
1 susu kemasan kecil
1 butir telur
1 pcs kecil kurma
Rice crackers
1 buah jeruk
1 buah pir
1 buah apel
1 pca kecil kacang
Paket tersebut pun memunculkan tanda tanya besar dari para orang tua murid, karena porsi dan variasi menu dianggap jauh dari standar makanan bergizi yang seharusnya diterima siswa tingkat SMP.
Sorotan lain muncul dari menu harian yang dinilai monoton, dimana hampir setiap hari siswa mendapatkan rice crackers dengan merek yang sama.
Salah satu wali murid mengungkapkan keheranannya karena menu tersebut hampir tidak pernah berubah setiap hari.
“Menu MBG anak saya hampir setiap hari ada rice crackers itu. Pertanyaannya kenapa menunya itu-itu saja? Sementara ini kan program makanan bergizi untuk anak sekolah,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan. Jum'at 13 Maret 2026.
Tak hanya itu, wali murid juga mempertanyakan susu yang dibagikan, yang dinilai berukuran kecil dan biasa diperuntukkan bagi anak usia dini.
“Susu yang dibagikan juga kecil seperti susu anak balita, sementara ini anak-anak sudah kelas 3 SMP. Apakah ini memang standar dari program MBG?” tambahnya.
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa distribusi MBG di sekolah tersebut berasal dari Dapur SPPG yang berlokasi di kawasan Cikande Permai. Dapur tersebut diketahui menyalurkan makanan ke beberapa sekolah negeri, di antaranya:
SMP Negeri 1 Cikande
SMA Negeri 1 Cikande
SDN Permai
Situasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai pengawasan dan standar menu MBG, terutama terkait kecukupan gizi, porsi makanan, hingga transparansi penggunaan anggaran program tersebut.
Sebagaimana diketahui, program MBG yang digagas pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar agar mendukung pertumbuhan dan konsentrasi belajar siswa. Dalam pelaksanaannya, menu yang diberikan seharusnya mengandung unsur karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta variasi makanan yang layak bagi usia pelajar.
Namun jika menu yang diberikan didominasi makanan ringan dan porsi terbatas, hal tersebut berpotensi tidak memenuhi standar kebutuhan gizi siswa.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola Dapur SPPG Cikande Permai terkait dugaan tersebut, termasuk mengenai standar menu, porsi makanan, serta mekanisme distribusi program MBG di sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat.
Publik kini menanti klarifikasi resmi, agar program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi generasi muda ini tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.(Red)


Posting Komentar