Gerakan Pangan Murah 2026 di GSG Kecamatan Jayanti Berlangsung Riuh, Warga Kecewa Kupon Tak Sesuai Realisasi
Kabupaten Tangerang – Ratusan warga Kecamatan Jayanti mendatangi Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Jayanti pada Rabu (11/03/2026) untuk mengikuti program Gerakan Pangan Murah 2026 dengan harapan bisa mendapatkan paket sembako murah melalui kupon yang sebelumnya dibagikan oleh panitia penyelenggara dari pihak Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.
Namun, setibanya di lokasi kegiatan, banyak warga justru mengaku kecewa. Pasalnya, setelah menunggu berjam-jam, paket sembako murah yang dijanjikan melalui kupon tidak sepenuhnya terealisasi sesuai yang tertera.
Program tebus sembako murah yang diselenggarakan pada bulan Ramadhan tersebut melalui Kasi Pemberdayaan Kecamatan Jayanti kini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan mekanisme distribusi dan kuota sembako, karena kupon yang telah dibagikan kepada warga dari delapan desa di wilayah Kecamatan Jayanti dinilai tidak berjalan sesuai ketentuan yang tercantum.
Dalam kupon tersebut tercantum secara jelas rincian paket sembako yang dapat ditebus, yaitu:
Terigu 1 kg
Minyak sayur 1 liter
Gula pasir 1 kg
Beras 2 kg
Total nilai penebusan yang tercantum dalam kupon tersebut adalah Rp 41.000 per paket untuk setiap warga penerima.
Meski program ini dinilai cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan, banyak warga mengaku kecewa karena distribusi sembako dinilai tidak merata. Bahkan, sebagian warga menduga adanya permainan atau ketidakterbukaan dalam penyaluran paket sembako tersebut.
Kecurigaan warga semakin muncul ketika awak media yang berada di lokasi melihat seorang anak sekolah berseragam Pramuka sedang menaikkan empat paket sembako. Saat dikonfirmasi, seorang pria yang membantu mengangkat paket tersebut mengatakan, “Ini titipan punya Eni Jayanti,” ujarnya sambil bergegas meninggalkan lokasi.
Ketika ditanya apakah empat paket tersebut memiliki kupon resmi, pria tersebut tidak memberikan jawaban dan langsung meninggalkan awak media.
Warga berharap ke depan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan dengan lebih transparan dan tertib agar tidak menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasi Pemberdayaan Kecamatan Jayanti terkait mekanisme penyaluran sembako dalam kegiatan tersebut. Namun setelah pihak media mencoba mencari nomor kontak yang bersangkutan melalui pihak kecamatan, belum ada tanggapan yang diberikan.
Redaksi BhinnekaNews71.com menyatakan terbuka terhadap hak jawab maupun klarifikasi dari pihak terkait apabila terdapat kekeliruan dalam pemberitaan ini.
(Taswan)

Posting Komentar