Bencana Banjir Sumatra Barat 2025
Oleh : Nadia Kurniawati:Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI
Dharmasraya, -- Bencana banjir kali ini lebih mencekam, banyak nyawa yang hilang. Bencana kali ini turut menghancurkan berbagai rumah warga. Tak sedikit masyarakat yang kehilangan anak, ibu, ayah bahkan keluarga mereka.
Rumah yang dulu tempat mereka berlindung pun habis dihayutkan oleh bencana banjir. Siapakah yang harus disalahkan? Adakah yang berhak bertanggung jawab atas kejadian ini. Tentu saja ini semua pertanggung jawabannya ada pada manusia sendiri.
Hutan yang dulu dipenuhi pohon-pohon besar, tanaman-tanaman yang indah didalamnya disertai dengan kehidupan hewan-hewan di sekitarnya. Kini telah hancur dalam sekejap hanya karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.
Beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab merusak hutan dengan cara menggunduli hutan, menebang pohon-pohon yang seharusnya berdiri dengan gagahnya untuk melindungi dunia kita. Tapi dihancurkan oleh tangan manusia sendiri.
Pohon ditebang, hingga tidak dapat lagi menahan curah hujan dan mengakibatkan longsor. Malapetaka ini sendiri kembali ke tangan manusia tersebut. Apa yang ditimbulkan? Kehancuran.
Kini malah kita sendiri yang terkena imbasnya. Orang-orang yang tak bersalah menerima keserakahan kita. Banyak mereka yang kehilangan keluarga nya, kehilangan keluarga yang mereka kasihi, serta harta benda mereka.
Dari bencana banjir yang terjadi di Sumatera Barat saat ini dapat kita lihat ulah manusia yang tak bertanggung jawab telah banyak merenggut kebahagiaan manusia lainnya. Dimana hati nurani mereka, dimana rasa kemanusiaan mereka.
Apakah hal ini tetap berlanjut? Masih adakah setelah ini yang masih berani melakukan penebangan pohon-pohon secara liar. Bahkan sampai detik ini banjir masih terjadi di beberapa daerah terutama wilayah Sumatera Barat.
Curah hujan yang terus meningkat membuat bencana ini belum berhenti. Apa yang ditimbulkan oleh bencana banjir ini, dapat kita lihat yaitu: hancurnya rumah-rumah warga, hilangnya harta benda mereka untuk bertahan hidup.
Jembatan putus dimana-mana. Pohon-pohon yang seharusnya berdiri dengan gagah malah berserakan dan bahkan menghantam rumah warga saat terbawa arus banjir. Tidak sedikit akses yang putus saat ini, bahkan bantuan yang akan diberikan saja susah untuk memasuki lokasi bencana.
Yang terjadi sudah terjadi, nasi sudah jadi bubur yang tersisa hanya kesedihan bagi mereka yang terdampak bencana ini. Kini yang tertinggal hanyalah puing-puing rumah mereka bahkan ada yang tidak tersisa, semua rata dengan tanah.
Kayu-kayu besar berserakan. Bahkan ada nyawa yang tertusuk oleh kayu tersebut, dan ada nyawa yang tertimbun didalam tanah. Kedinginan, kelaparan, ketakutan dan hanya tangisan yang tersisa dari mereka.
Lantas apa yang bisa kita perbuat lagi. Tidak ada!! Sudah tidak ada. Bencana kali ini sudah menghancurkan beberapa impian mereka. Anak yang kehilangan ibu, ibu yang kehilangan anaknya. Bahkan mereka terpisah-pisah dan tidak bersama lagi.
Semoga dengan ini pemerintah akan lebih memperketat hukuman kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini. Lebih menegakkan hukuman agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.
Dalam kejadian ini tentu diperlukan peran pemerintah untuk melindungi semua ini. Kami berharap pemerintah tidak lepas tangan, dan selalu mengayomi masyarakat kedepannya.
Alhamdulillah saat ini bantuan dari berbagai kalangan sudah banyak yang muncul untuk meringankan beban keluarga kita yang terdampak bencana banjir saat ini. Bantuan berupa pakaian, makanan, dan hal-hal lainnya yang tentunya layak dikonsumsi oleh masyarakat yang terdampak.
Terimakasih kepada semua team relawan yang langsung datang ke titik bencana untuk berbagi serta menghibur masyarakat yang terdampak bencana banjir ini. Kepedulian yang besar ini muncul dari berbagai daerah.
Seperti Jawa Barat, Riau, dan wilayah sekitar Sumatera Barat yang tidak terdampak. Dengan berani mereka langsung turun tangan mengantarkan bantuan tersebut ke titik lokasi. Walaupun akses yang terputus, namun ini tentu tidak memudarkan semangat dari berbagai kalangan team relawan bencana.
Sebagai masyarakat Sumatera Barat yang terdampak dan menerima bantuan tersebut tentu hal ini merupakan sebuah harapan besar bagi mereka. Mereka yang kemarin kehilangan pakaian kesulitan mendapatkan makanan. Dengan bantuan tersebut sangat meringankan beban mereka.
Namun saat ini bencana sebelumnya belum pulih dan masih berlanjut sampai saat ini. Siapa yang harus kita minta pertanggungjawaban. Jelas saja tidak akan ada yang merasa bersalah akibat hal ini.
Begitu mirisnya moral sekelompok orang yang melakukan penebangan secara liar ini. Semoga dengan adanya kejadian bencana banjir saat ini, tentu akan menjadi pembelajaran hebat bagi kita semua untuk kedepannya.
Dan semoga dengan kejadian ini ada rasa empati, rasa bersalah dalam diri manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab itu. Setelah ini tidak ada lagi yang mengambil keuntungan sendiri hanya untuk memperkaya diri sendiri dan menghancurkan orang lain.
Cepat pulih bagi daerah yang terdampak, segera membaik negeri ku. Semoga tidak ada lagi kejadian ini terulang. Marilah kita jaga kelestarian hutan yang kita miliki. Tidak merusak dengan cara membuang sampah sembarangan ke sungai atau menebang pohon secara liar lagi. (AS)

Posting Komentar