Mayroza Wiska, S.E.,M.M. dan Tim Pengabdian Masyarakat FHEB Undhari Dampingi Siswa Islam Modern untuk Berwirausaha
Dharmasraya, -- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Hukum dan Manajemen Universitas Dharmas Indonesia (Undhari) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) mendampingi siswa islam modern untuk menumbukan jiwa enterpreneur.
"Saya sangat berterimakasih kepada dosen Undhari yang telah meluangkan waktunya datang ketempat kami untuk berbagi ilmu yang bermanfaat ini," kata kepala sekolah, Megawati, Dharmasraya, Kamis.
Ia menjelaskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diberikan salah seorang dosen dari Undhari akan berdampak terhadap minat tumbuh kembang jiwa entrepreneur siswa sejak dari dini.
Ia menyebutkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan tentu akan membantu siswa mendapatkan pengetahuan yang baru yang tidak di dapat disekolah.
Ia berharap pendampingan yang dilakukan Undhari tidak hanya sampai disini namun berlanjut untuk ke depannya.
"Saya pribadi berharap kegiatan seperti ini berlanjut. Kapanpun kalau mau mengadakan kegiatan seperti ini saya sangat menerima dengan tangan terbuka," ujarnya.
Menurutnya kegiatan entrepreneur ini juga sangat bermanfaat dalam mengasah kemampuan anak-anak dalam berpikir kreatif dan inovatif. Setidaknya dengan kegiatan ini anak-anak belajar manajemen waktu untuk dirinya sendiri dan memiliki tekad mental pantang menyerah.
"Kan sama kita ketahui bahwa Dharmasraya ini salah satu penghasil sawit terbesar di sumatera barat ini, jadi kita mudah untuk mendapatkan jangkos ini secara cuma-cuma. Jadi cara kerjanya cukup mudah, tidak membutuhkan biaya banyak, dan dapat dilakukan di lingkungan rumah," tambah dia.
Menurut mayroza wiska salah satu dosen dalam kegiatan tersebut mengungkapakan bahwa Penerapan wirausaha pada Siswa di sekolah, dapat dilakukan dengan menekankan pola pembelajaran kewirausahaan yang mengarahkan kepada empat prinsip penting yaitu: (1) Learning to know, Siswa belajar untuk mengetahui atau memahami kewirausahaan. Prinsip ini dikondisikan agar Siswa aktif mencari tahu dan menciptakan rasa ingin tahu yang besar tentang kewirausahaan; (2) Learning to do, Siswa belajar untuk melakukan wirausaha; (3) Learning to be, Siswa belajar mempraktekkan kegiatan wirausaha. Kegiatan praktik berwirausaha di sekolah dimaksudkan agar Siswa mempunyai pengalaman awal dalam berwirausaha; dan (4) Learning to live together, Siswa belajar untuk bersama dengan yang lain dalam interaksi sosial dalam berwirausaha. Pembelajaran kewirausahaan di sekolah perlu diintegrasikan dengan sikap dan perilaku seperti tanggung jawab, kerja keras, disiplin, semangat belajar, dan lain-lain.
Jika sikap tersebut diterapkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari maka akan mengasah kemampuan anak-anak dalam meningkatkan karakteristik wirausaha. (AS)

Posting Komentar