๐ฏ ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ง๐ฒ๐ฟ๐ฝ๐ฎ๐ป๐ท๐ฎ๐ป๐ด ๐ก๐ฒ๐น๐๐ผ๐ป ๐ฆ๐ฎ๐ฎ๐ ๐ ๐ฒ๐ป๐๐ป๐ด๐ด๐ ๐๐ถ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ง๐ฒ๐ฟ๐ผ๐ฟ ๐๐๐
| Nelson Sarira saat dievakuasi oleh aparat menggunakan Helikopter. |
JAKARTA, BHINNEKANEWS71.COM -- Nelson Sarira korban selamat dari serangan brutal teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) menceritakan kisahnya selamat dari pembantaian mengerikan tersebut pada Rabu, 3 Maret 2022.
Dilaporkan, delapan teman Nelson karyawan PT Palapa Ring Timur Telematika (PTT) tewas akibat serangan KKB pimpinan Aibon Kogoya pada Rabu 3 Maret 2022.
Hanya Nelson yang berhasil menyelamatkan diri dari penyerangan sadis tersebut.
Nelson melewati tiga hari terpanjang dalam hidupnya di Kamp Jenggereng untuk diselamatkan aparat dari kekejian KKB. Selama tiga hari dia menunggu diselamatkan aparat dari kebengisan teroris KKB.
Nelson baru berhasil dievakuasi Satgas Damai Cartenz pada Sabtu, 5 Maret 2022.
Evakuasi Nelson berlangsung begitu mendebarkan. Helikopter yang mengevakuasi Nelson bahkan tidak berani turun sampai menyentuh tanah saat melakukan proses evakuasi.
Helikopter penyelamat itu langsung terbang begitu Nelson masuk ke dalam kabin.
Tak lama setelah masuk ke helikopter, Nelson langsung menangis haru. Emosinya tak dapat ditahan lagi karena telah berhasil dijemput aparat.
"Teman-teman saya mati semua. Semuanya mati dibantai," kata Nelson terbata-bata.
Nelson yang mengenakan sweater, menangis sejadi-jadinya dan mengusap air matanya.
Petugas yang ada di dalam helikopter berusaha menenangkan pria muda itu dan memintanya minum air.
"Sabar, sabar. Tetap, tenang. Minum air dulu. Mereka ada di mana?" tanya petugas kepada Nelson sambil menunjukkan sebuah gambar seperti peta lokasi.
"Semua di sana. Sewaktu diserang, saya keluar kamp, lari masuk ke jurang," kata Nelson.
Diketahui, Nelson sempat melambaikan tangan meminta pertolongan ke kamera CCTV yang ada di kamp PTT pasca penyerangan.
Saat itu dia berharap ada yang melihat rekaman CCTV tersebut. Beruntung ada petugas yang melihat rekaman kejadian tersebut.
Dari hasil keterangan sementara, Nelson menjelaskan pelaku diperkirakan sebanyak 10 orang dengan membawa berbagay macam senjata tajam, seperti parang, kapak, tombak, dan lain sebagay-nya.
Serangan teroris KKB Kogoya tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari WITA, Rabu di Tower B3, Kampung Jenggeran, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.
Tak pikir panjang, Nelson yang kebetulan sedang bergadang langsung kabur saat serangan terjadi.
Nelson baru kembali ke kamp saat suara pelaku tak lagi terdengar. Namun nahas, Nelson menemukan delapan rekannya meninggal dunia dicincang oleh para teroris berkulit hitam legam tersebut.
Pasca evakuasi Nelson, sebanyak 17 warga lokal dikirim ke lokasi untuk membantu evakuasi jenazah secara manual ke Kamp Sugapa agar bisa diterbangkan ke Timika.
Rombongan relawan warga lokal tersebut diperkirakan tiba di lokasi pada hari ini, Minggu kelabu, 6 Maret 2022 setelah dua hari perjalanan mendaki pegunungan Cartenz, Papua.(*)
Posting Komentar