Viral Video Lapak Solar JLS: Penjaga Sebut Alex-Jhon Perintahkan “Gebukin” Wartawan
![]() |
| Tangkapan layar Video pengakuan pria yang diduga penjaga lapak solar di JLS |
BANTEN, — Video viral di TikTok memperlihatkan pengakuan seorang pria yang disebut sebagai penjaga lapak solar di kawasan Jalur Lingkar Selatan (JLS), wilayah hukum Polres Cilegon. Dalam video tersebut, pria itu menyebut adanya perintah untuk menghadapi wartawan dengan kekerasan.
“Kalau ada wartawan datang ke lapak solar, ya istilahnya mau disikat saja. Awalnya dikatakan disambut baik-baik, dikasih uang bensin dan rokok, tapi beritanya tetap ditayangkan,” ujar pria tersebut dalam video akun TikTok @republik.02.
Ia kemudian menyebut nama Alex dan Jhon.
“Statement dari Alex sama Jhon, apabila itu ada wartawan digebukin saja, dikasih pelajaran bang. Abang pernah di lapangan, pernah menghajar orang lah, bisa dibikin skenario, masa ini nggak bisa. Ini statement Jhon dan Alex ke seluruh wartawan,” ucapnya.
Saat ditanya apakah pernyataannya dapat dipertanggungjawabkan, pria tersebut menjawab, “Bisa dipertanggungjawabkan, bang.”
Pernyataan tersebut menuai kecaman dari kalangan jurnalis. Selain menyinggung dugaan aktivitas lapak solar yang disebut ilegal di kawasan JLS, video tersebut juga memuat dugaan ancaman kekerasan terhadap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.
Jika terbukti, tindakan menghalangi atau menghambat kerja jurnalistik secara melawan hukum dapat dikenakan ketentuan Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Jhon Bantah Terlibat sebagai Pemain Lapak Solar
Saat dikonfirmasi awak media, Jhon membantah keterlibatannya sebagai pemain atau pengelola lapak solar tersebut.
Sementara Alex, yang namanya turut disebut dalam video, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui nomor yang dimiliki wartawan disebut tidak mendapat respons dan nomor tersebut kemudian diblokir.
Media ini juga telah menyampaikan informasi tersebut kepada aparat penegak hukum. Pada 24 Maret 2026, video tersebut diteruskan kepada KBO Satreskrim Polres Cilegon untuk ditindaklanjuti. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan.
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Cilegon, Polda Banten, serta pihak-pihak yang disebut dalam video masih dalam upaya konfirmasi.
Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan.(Red)

Posting Komentar