Pemkab Tangerang Disentil: Rumah Nenek Ucum Nyaris Roboh, Janji Renovasi Tak Kunjung Direalisasi, Program Gebrak Pak KUMIS pada Dikemanakan Selama Ini?
Kabupaten Tangerang — Di tengah geliat pembangunan kawasan semi perkotaan, potret kemiskinan masih nyata terlihat. Sebuah rumah tidak layak huni milik Nenek Ucum di Kampung Pos RT 005/003, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, tampak memprihatinkan dan nyaris ambruk, Minggu (19/04/2026).
Hasil penelusuran awak media di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang jauh dari standar kelayakan. Nenek Ucum yang hidup sebatang kara terpaksa bertahan di hunian rapuh dengan risiko keselamatan yang mengancam setiap saat.
Dalam wawancara yang direkam sebagai dokumentasi, Nenek Ucum mengaku telah menerima kunjungan dari pihak pemerintah desa.
“Dari Sekdes Sentul mewakili Pemdes sudah datang dua kali. Katanya sehabis Lebaran akan dibangun, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Bilangnya masih ada pekerjaan di tempat lain,” ungkapnya.
Awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Sentul dengan mengirimkan video kondisi terkini. Pihak desa menyatakan bahwa rumah Nenek Ucum telah masuk dalam daftar prioritas renovasi tahun ini.
“Ibu Ucum sudah terdata dalam perencanaan renovasi sebanyak 23 unit rumah. Datanya sudah masuk dalam list desa untuk direnovasi,” jelas Kepala Desa Sentul.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya realisasi di lapangan. Sementara itu, Camat Balaraja yang juga dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak memberikan tanggapan, meski pesan telah terbaca.
Informasi serupa turut disampaikan kepada Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah. Dalam respon singkatnya, ia menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Terima kasih, informasi ini kami terima dan akan segera ditindaklanjuti. Mohon diinformasikan lokasi secara detail,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas pendataan dan percepatan program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH). Di tengah urgensi keselamatan warga, realisasi program diharapkan tidak berhenti pada tahap perencanaan semata, melainkan segera diwujudkan dalam tindakan nyata.
Sementara warga menyoroti Program pemerintah Kabupaten Tangerang yaitu Program Gebrak Pak Kumis yang tiap tahunnya selalu dianggarkan, namun kemana datanya? Dikemanakan," ujar Warga dengan nada sentil. (Tw/Red)

Posting Komentar