Kunjungi STISNU, Pewarna Komitmen Jaga Toleransi dan Harmoni Sosial di Kabupaten Tangerang
Tangerang – Ketua Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Banten, Pdt. Dr. Philip S. Buulolo, menegaskan komitmennya dalam menjaga toleransi dan keberagaman yang selama ini telah terbangun secara dinamis dan harmonis di Kabupaten Tangerang.
Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan silaturahmi ke STISNU Nusantara Tangerang, yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan dialog konstruktif antar tokoh (Kamis, 2 April 2026) di ruang rektorat STISNU Tangerang.
Dalam pernyataannya, Pdt. Dr. Philip menekankan pentingnya peran media dalam membangun citra daerah yang inklusif, plural, dan madani.
> “Kami berkomitmen memberitakan hal-hal positif. Itu adalah tugas penting dalam membangun citra Kabupaten Tangerang yang plural dan beradab. Dinamika yang terjadi tidak selalu harus diberitakan jika tidak membawa kemaslahatan umum. Terkadang masyarakat tidak mengetahui akar persoalannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua STISNU Tangerang, Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum. (Gus Fani), dalam diskusi tersebut menyoroti isu yang berkembang di wilayah Teluknaga, khususnya terkait Jemaat POUK Tesalonika.
Menurutnya, persoalan yang terjadi bukanlah konflik agama, melainkan lebih kepada aspek administratif dan komunikasi yang perlu diselesaikan secara bijak.
> “Ini bukan persoalan agama, tetapi persoalan administratif dan komunikasi. Karena itu, perlu solusi yang bijak dan berkeadilan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” jelas Gus Fani.
Ia juga secara khusus meminta peran aktif PEWARNA dalam mengawal pemberitaan yang konstruktif demi menjaga stabilitas sosial dan kemaslahatan bersama.
Pdt. Dr. Philip turut mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang telah memfasilitasi jemaat POUK sebagai bagian dari upaya menjaga harmoni sosial.
> “Kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi jemaat merupakan langkah luar biasa. Namun ke depan tetap diperlukan solusi permanen agar persoalan ini tidak berulang,” tambahnya.
Pandangan senada disampaikan oleh Kyai Mahrusillah, Ketua MUI Kec. Teluknaga, menegaskan bahwa tidak terdapat kasus intoleransi di Teluknaga.
Menurutnya, kehidupan masyarakat di wilayah tersebut telah berlangsung dalam suasana rukun dan berdampingan antar komunitas.
> “Di Teluknaga, masyarakat sudah lama hidup berdampingan. Tidak ada pelarangan ibadah. Yang perlu diperbaiki adalah komunikasi dan tata kelola sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan,” ungkapnya.
Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana penuh kehangatan. Dalam kesempatan tersebut, pihak STISNU juga mengundang Pdt. Dr. Philip S. Buulolo untuk memberikan kuliah atau sharing session kepada mahasiswa sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan dan toleransi.(*/Red)

Posting Komentar