Media Sosial dan Proses Pembentukan Identitas Diri Mahasiswa: Antara Ekspresi dan Tanggung Jawab
Oleh: Lusi Trianingsih: Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI
Dharmasraya, -- Perkembangan teknologi digital saat ini memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan manusia, khususnya mahasiswa. Media sosial menjadi bagian yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan digunakan hampir tanpa batas waktu.
Melalui media sosial, mahasiswa dapat berkomunikasi, berbagi informasi, serta mengekspresikan pemikiran dan perasaan. Bagi mahasiswa, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang ekspresi diri dan pembentukan identitas.
Namun, kebebasan berekspresi tersebut perlu disertai dengan sikap tanggung jawab agar media sosial memberikan dampak yang positif. Sebagai mahasiswa, proses pencarian jati diri merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari tahap perkembangan menuju kedewasaan.
Pada fase ini, mahasiswa mulai mengenali nilai, minat, serta cara memandang diri dan lingkungannya. Media sosial hadir sebagai ruang yang mendukung proses tersebut.
Melalui unggahan foto, video, maupun tulisan, mahasiswa dapat menampilkan kepribadian, aktivitas, dan pandangan hidup yang mencerminkan dirinya. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi wadah yang relevan dalam proses pembentukan identitas diri mahasiswa di era digital.
Berdasarkan pengalaman saya sebagai mahasiswa, media sosial menjadi ruang untuk mengekspresikan diri secara lebih terbuka namun tetap terarah. Saya menggunakan media sosial untuk membagikan aktivitas sehari-hari, minat pribadi, serta hal-hal positif yang berkaitan dengan kehidupan sebagai mahasiswa.
Dalam proses tersebut, saya belajar mengenali diri sendiri, mulai dari cara berkomunikasi, memilih kata, hingga menentukan konten yang layak untuk dibagikan. Media sosial secara tidak langsung membantu saya membangun kepercayaan diri dan memahami jati diri yang ingin saya tunjukkan kepada orang lain.
Interaksi yang terjadi di media sosial juga turut memengaruhi proses pembentukan identitas diri. Tanggapan berupa komentar, pesan, maupun dukungan dari orang lain dapat memberikan pengaruh terhadap cara mahasiswa menilai dirinya sendiri.
Dari pengalaman saya, respons positif yang diterima mampu memberikan motivasi serta meningkatkan rasa percaya diri. Sementara itu, kritik yang disampaikan secara baik menjadi bahan refleksi untuk bersikap lebih dewasa dan bijak.
Hal ini menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi ruang pembelajaran sosial apabila digunakan dengan kesadaran. Selain sebagai ruang ekspresi, media sosial juga menjadi sarana bagi mahasiswa dalam membangun citra diri atau personal branding.
Mahasiswa mulai menyadari bahwa apa yang ditampilkan di media sosial dapat mencerminkan nilai, sikap, dan karakter diri. Saya berusaha menggunakan media sosial dengan penuh pertimbangan, seperti menjaga etika berkomunikasi, memilih konten yang bermanfaat, serta menghindari unggahan yang dapat berdampak negatif.
Sikap ini membantu saya membentuk identitas diri yang lebih positif dan bertanggung jawab sebagai mahasiswa. Meskipun demikian, kebebasan berekspresi di media sosial juga memiliki tantangan.
Tidak sedikit mahasiswa yang merasa perlu menyesuaikan diri dengan standar tertentu demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan digital. Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kenyamanan dalam menggunakan media sosial.
Saya menyadari bahwa penggunaan media sosial tanpa pengendalian dapat mengaburkan jati diri yang sebenarnya. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memiliki kesadaran diri dan mampu mengontrol penggunaan media sosial.
Nasrullah (2015) menyatakan bahwa media sosial merupakan ruang sosial yang membentuk cara individu mempresentasikan dirinya kepada publik. Hal ini menunjukkan bahwa identitas diri di media sosial terbentuk melalui proses interaksi dan budaya digital.
Selain itu, Santrock (2011) menjelaskan bahwa masa remaja akhir hingga dewasa awal merupakan fase penting dalam pembentukan identitas diri. Dengan demikian, penggunaan media sosial pada masa mahasiswa perlu disertai dengan tanggung jawab agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan diri.
Menurut saya, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi yang sehat dan sarana pengembangan diri. Mahasiswa perlu menyadari bahwa setiap unggahan memiliki dampak, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Dengan menjaga etika, kejujuran, dan kesadaran diri, media sosial dapat menjadi media yang mendukung pembentukan identitas diri yang autentik dan bermakna.
Sebagai penutup, media sosial memiliki peran penting dalam proses pembentukan identitas diri mahasiswa yang berada di antara kebebasan berekspresi dan tuntutan tanggung jawab. Cara mahasiswa menggunakan media sosial akan menentukan dampak yang dihasilkan.
Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan media sosial secara bijak, reflektif, dan bertanggung jawab agar media sosial tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga sarana pembentukan jati diri yang positif dan berkarakter. (AS)

Posting Komentar