Gugun Gumilar Buka Pre-Launch Asesmen Kompas Pancasila, Menakar Standar Baru Kepemimpinan Indonesia
JAKARTA – Upaya menakar standar baru kepemimpinan Indonesia berbasis nilai-nilai Pancasila memasuki tahap awal melalui kegiatan Pre-Launch Asesmen Nilai Kepemimpinan Pancasila bertajuk “Kompas Pancasila: Menakar Standar Baru Kepemimpinan Indonesia”, di fasilitas American Space, Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan dibuka oleh Dr. H. Gugun Gumilar, MA., Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pretest yang diikuti peserta IMP (Indonesia Membangun Pemimpin). Tahapan ini menjadi bagian awal untuk memetakan pemahaman dan perspektif peserta mengenai nilai-nilai kepemimpinan.
Gugun: Indonesia Harus Dibangun Bersama
Dalam pesannya, Gugun Gumilar menyoroti tantangan bangsa, mulai dari persoalan ekonomi, keadilan dalam kehidupan beragama, toleransi, hingga kabut asap yang dihadapi masyarakat di Kalimantan.
Menurutnya, pembangunan Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk yayasan, lembaga, komunitas, dan masyarakat.
Indonesia harus dibangun melalui kebersamaan, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama. Setiap unsur masyarakat memiliki peran penting dalam menjawab persoalan bangsa sesuai kapasitasnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, bukan sekadar menjadi slogan. Semangat gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik.
Menakar Kepemimpinan Berbasis Nilai
Melalui Kompas Pancasila, kepemimpinan didorong untuk dipahami bukan semata-mata dari jabatan dan kewenangan, melainkan juga dari integritas, karakter, tanggung jawab, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Pelaksanaan pretest menjadi langkah awal dalam rangkaian asesmen tersebut. Pengembangan lebih lanjut perlu memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterjemahkan ke dalam indikator kepemimpinan yang jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan Indonesia.
Kompas Pancasila membawa pesan penting: kepemimpinan yang bermakna tidak hanya ditentukan oleh kecakapan individu, tetapi juga oleh integritas dan kemampuan membangun kebersamaan. Sebab, Indonesia yang kuat hanya dapat diwujudkan melalui kerja bersama seluruh elemen bangsa.
(Yudistira)

Posting Komentar