Baru Dua Pekan Dicor, Jalan Iskandar Muda Retak! Kualitas Proyek CV Vir Maju Bersama Dipertanyakan
KOTA TANGERANG — Kualitas proyek peningkatan infrastruktur di ruas Jalan Iskandar Muda, kawasan Neglasari, Kota Tangerang, menjadi sorotan. Pasalnya, jalan beton yang baru selesai dikerjakan sekitar dua pekan lalu oleh kontraktor CV Vir Maju Bersama itu dilaporkan sudah mengalami keretakan di sejumlah titik.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek yang menelan anggaran daerah sebesar Rp5.192.513.000 atau lebih dari Rp5,19 miliar.
Sorotan tidak hanya tertuju pada kondisi fisik beton. Janri Ginting dari LSM Harimau Kota Tangerang juga menilai pekerjaan tersebut menyisakan sejumlah persoalan lain yang berpotensi merugikan masyarakat, terutama terkait belum tersedianya drainase di sepanjang ruas jalan yang ditingkatkan.
Menurut Ginting, peninggian badan jalan tanpa diimbangi pembangunan saluran drainase yang memadai dikhawatirkan dapat mengganggu aliran air hujan dan berdampak pada permukiman warga.
"Jalan sudah ditinggikan, tetapi drainasenya belum ada. Saluran limbah warga juga mengarah ke badan jalan. Ini berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama saat musim hujan karena air bisa menggenangi rumah warga," ujar Ginting.
Ia juga menyoroti sisa material pekerjaan, termasuk limbah kayu dan bahan bangunan, yang disebut belum dibersihkan dan dirapikan oleh pihak pelaksana.
Sementara itu, salah seorang warga berinisial DN turut menyayangkan kondisi jalan yang sudah memperlihatkan keretakan meskipun belum lama selesai dibangun.
"Retakan terlihat di sejumlah bagian jalan yang baru dibuat. Kami khawatir kerusakannya semakin parah jika tidak segera ditangani. Baru digunakan sebentar, tetapi sudah banyak yang retak. Padahal anggarannya tidak sedikit, mencapai sekitar Rp5 miliar," ungkap DN kepada media, Selasa (27/10/2026).
Warga khawatir keretakan tersebut akan semakin melebar apabila tidak segera dievaluasi. Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan, kondisi itu juga dikhawatirkan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.
Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hasil pekerjaan.
Evaluasi dinilai perlu mencakup kualitas beton, kesesuaian spesifikasi teknis, sistem drainase, hingga penanganan sisa material proyek. Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai kontrak dan standar konstruksi yang berlaku.
Janri Ginting menyebut pihaknya telah berupaya meminta penjelasan kepada kontraktor pelaksana CV Vir Maju Bersama maupun Dinas PUPR Kota Tangerang. Bahkan, upaya komunikasi disebut telah dilakukan dengan mendatangi kantor terkait serta menghubungi pihak-pihak yang berkepentingan di lapangan.
Namun, hingga berita ini disusun, upaya tersebut belum membuahkan penjelasan maupun komunikasi yang diharapkan.
Sikap tersebut semakin memperkuat desakan agar instansi terkait tidak tinggal diam dan segera memberikan klarifikasi kepada publik.
Masyarakat berhak mengetahui bagaimana kualitas proyek yang dibiayai menggunakan anggaran daerah tersebut dipastikan sesuai perencanaan. Jangan sampai proyek yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan mobilitas warga justru menyisakan persoalan baru.
Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada CV Vir Maju Bersama dan Dinas PUPR Kota Tangerang. Hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak terkait sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.(Red)




Posting Komentar