Pasca-Gempa M 7,7 Flores: Kapolres Mabar Tinjau Pasien RS Siloam dan Fasilitasi BPJS Darurat untuk Korban
LABUAN BAJO — Kapolres Manggarai Barat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat meninjau langsung penanganan darurat korban gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di pelataran Rumah Sakit (RS) Siloam Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah daerah bersama kepolisian menyalurkan bantuan jaminan kesehatan (BPJS) darurat bagi warga terdampak bencana yang belum memiliki perlindungan medis.
Guncangan gempa kuat yang terjadi pada pukul 05.58 WITA (04.58 WIB) tersebut sebelumnya memicu evakuasi cepat terhadap puluhan pasien rawat inap guna mengantisipasi risiko keretakan struktur bangunan dan potensi gempa susulan (aftershocks).
*Penyerahan BPJS Darurat dan Respons Cepat Pemda*
Salah satu penerima manfaat jaminan kesehatan tersebut adalah Daniel Paju (30), warga asal Desa Loha, Kecamatan Pacar, yang saat ini berdomisili di Los Baba, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo.
Daniel yang menjadi korban gempa harus mendapat perawatan medis darurat di tenda penampungan sementara, namun sempat terkendala biaya pengobatan karena belum terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan.
Merespons kondisi tersebut, Pemkab Manggarai Barat mengambil langkah diskresi dengan menerbitkan kepesertaan BPJS Kesehatan darurat. Bantuan ini diserahkan secara langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., mewakili Bupati Manggarai Barat saat memantau kondisi pasien.
"Negara dan Pemerintah Daerah hadir penuh untuk warga. Kita tidak ingin masyarakat yang sedang tertimpa musibah masih dibebani oleh kekhawatiran biaya pengobatan. Melalui penyerahan jaminan BPJS Kesehatan ini, kami pastikan Sdr. Daniel Paju dan warga terdampak lainnya mendapatkan perawatan medis terbaik hingga pulih tanpa kendala administratif," tegas AKBP Christian dalam keterangannya di lokasi penanganan darurat.
Kapolres Manggarai Barat menambahkan bahwa aspek keselamatan jiwa dan kemudahan akses layanan kesehatan warga menjadi prioritas paling mutlak di tengah situasi tanggap darurat pascagempa.
"Kami hadir di sini untuk memastikan seluruh penanganan medis warga terdampak gempa berjalan optimal. Di masa kritis seperti ini, tidak boleh ada warga yang terlambat ditangani hanya karena kendala dokumen jaminan kesehatan. Sinergi antara Pemda Mabar dan Kepolisian memastikan layanan kedaruratan tetap responsif dan humanis," ujarnya.
*Pelayanan Medis Tenda Darurat Berjalan Tertib*
Di pelataran RS Siloam Labuan Bajo, tim gabungan TNI-Polri dan tenaga medis telah mendirikan tiga unit tenda darurat. Tenda tersebut dilengkapi perlengkapan pertolongan pertama dari tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Manggarai Barat, armada ambulans, serta tempat tidur lipat (velbed).
Proses penanganan pasien darurat maupun penanganan korban luka-luka pascagempa berjalan dengan aman, tertib, dan lancar di bawah pengawasan ketat tim medis rumah sakit dan personel Dokkes.
Salah satu perwakilan keluarga korban mengapresiasi penanganan cepat dan perhatian pemerintah daerah bersama jajaran kepolisian di lapangan.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Kapolres. Saat musibah terjadi kami bingung terkait biaya perawatan karena belum punya BPJS, tapi bantuan ini datang langsung di tenda perawatan. Ini sangat menenangkan kami," tutur salah satu anggota keluarga korban di RS Siloam.
*Pendataan Riil Korban dan Patroli Kesiapsiagaan*
Meskipun penanganan kedaruratan di fasilitas kesehatan utama telah terkendali, Pemkab Manggarai Barat dibantu jajaran Polres Manggarai Barat terus mengintensifkan pendataan riil di lapangan.
Pendataan mencakup jumlah pasti korban luka, peta persebaran warga terdampak, hingga tingkat kerusakan fisik pada infrastruktur publik, fasilitas sosial, dan permukiman warga, baik di wilayah perkotaan Labuan Bajo maupun pelosok pesisir dan pedalaman.
"Data riil terkait jumlah korban jiwa, luka-luka, maupun tingkat kerusakan bangunan masih terus berproses di lapangan. Tim gabungan Pemda Mabar bersama personel kepolisian dan instansi terkait disebar ke berbagai titik untuk memverifikasi kondisi lapangan secara presisi," jelas AKBP Christian.
Untuk menjaga kestabilan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Satuan Samapta Polres Manggarai Barat juga menggiatkan patroli dialogis serta mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu spekulatif dan tetap memperbarui informasi resmi dari BMKG serta Pemda setempat.(Red)

Posting Komentar