Rapat Forkopimcam Membahas Antisipasi Dini Perkiraan Cuaca dan Iklim Serta Penanganan Permasalahan Situasi dan Kondisi Sosial Wilayah Jayanti
Kabupaten Tangerang, -- Rapat Forkopimcam tingkat Kecamatan Jayanti yang digelar di Aula Kecamatan Jayanti berlangsung kondusif (Selasa 11/08/2026).
Dalam kesempatan rapat tersebut, hadir beberapa tokoh dan pejabat penting.
Diantaranya Pejabat Negara adalah :
Kapolsek Cisoka (AKP Kompol Aditia),
Danramil Cisoka Infantri (Triadi SH).
Pejabat Pemerintah : Ketua PGRI Jayanti, Kapus Jayanti, Kepala Desa Se-Kecamatan Jayanti.
Ada juga Karang Taruna Kecamatan Jayanti dan KNPI Kecamatan Jayanti dan Ketua MUI Kecamatan Jayanti dan Pejabat Pemerintahan Desa Se-Kecamatan Jayanti.
Acara dimulai sejak pukul 02.00 WIB, yang langsung dibuka dengan pembukaan do'a dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Sambutan pertama langsung oleh Camat Jayanti (Yandri S,Stp), memberikan analisa dan prediksi cuaca serta iklim melalui BMKG yang terpampang di layar monitor.
"Dalam penyampaiannya ini saya berpesan agar tetap fokus terhadap iklim cuaca yang sedang terjadi, karena saat ini cuaca sedang ekstrim. Untuk itu perlu mewaspadai hal aktivitas dikala cuaca sedang tidak baik, karena el-nino sedang melanda wilayah kabupaten Tangerang.
Kasus radikalisme juga masih ada di wilayah Kabupaten Tangerang, namun wilayah Jayanti tidak termasuk dalam bagian dari kekerasan atau radikalisme tersebut. Jayanti hanya ada kasus 2025 di Desa Cikande yakni pelecehan seksual dibawah umur 7 tahun sudah dilakukan proses penanganan bagian PPA. Wilayah Sumur Bandung juga pernah terjadi kasus pelecahan seksual melalui live streaming, yang diambil foto/ gambar bugilnya lalu disebarkan di medsos. Di desa Pangkat 2026 terjadi juga pelecehan seksual dan disebarkan , Pasir Muncang juga sama pernah mengalami kejadian serupa yakni kasus pelecehan seksual. Ini juga perlu perhatian bersama, agar hal serupa menjadi peringatan agar lebih waspada ditingkatkan oleh pihak keluarga agar memantau medsos anak dengan baik , pesan saya terakhir adalah jangan main bakar-bakaran, karena situasi sedang kemarau sangat sensitif untuk sambaran api yang mengundang kebakaran" ujar Camat Jayanti.
Kapolsek Cisoka juga memberikan sambutan kedua mengenai penyebaran berita hoax dan isu sosial.
" Terkait kenakalan remaja di Kabupaten Tangerang masih ada, mulai dari kenakalan remaja. Tawuran dan gangster juga balap liar selalu ada , itu semua tidaklah murni orang Kabupaten Tangerang, karena Tangerang itu berdekatan dengan Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor. Kejadian tersebut bukan semata-mata ada, anak-anak remaja melakukan itu diduga sudah terpapar dari game Come blok, Karena dalam Come Blok tersebut terdapat beberapa permainan yang memicu reaksi otak anak berkembang dengan negatif. Mereka (anak) cenderung terdoktrin oleh game yang didalamnya bisa saling chat. Bila terjadi kekerasan seksual, masyarakat bisa melaporkan melalui Polsek atau bisa ke Polres.
Terkait peredaran obat terlarang, apabila ada orang-orang yang mencurigakan segera laporkan pada pemerintah desa atau Polsek / Polres. Untuk tawuran alhamdulilah sudah mulai berkurang, karena tim kami (Polisi) selalu mengadakan Patroli Keliling untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Rawan kebakaran bisa terjadi karena faktor alam maupun kelalaian manusia, jangan sampai masyarakat membuang puntung rokok sembarangan , karena dari puntung rokok juga bisa memicu kebakaran jika membuangnya ke rumput ilalang yang sudah mati ditambah suhu cuaca yang panas. Faktor kebakaran tersebut yang mendasar adalah karena kekeringan / kemarau sehingga sulitnya air untuk memadamkan kobaran api tersebut . Terkait hoax begitu banyak akun-akun provokator yang menggiring ke ranah kamtibmas, jangan sampai kita termakan isu tersebut, apalagi menjelang 17 Agustus ini, begitu banyak berseliweran fitnah yang tidak berdasar. Sebaiknya kita jangan sampai kena doktrin isu yang tidak bertanggung jawab, bijaklah dan pergunakan medsos dengan baik jangan sampai kita yang dibuat rugi sendiri " ungkapnya.
Kapus Jayanti juga menghimbau melalui pesan pidatonya.
"Dalam beberapa terakhir ini, ada beberapa kasus ISPA dan DBD.
Untuk desa Jayanti sudah 15 orang yang terkenan DBD, saya menghimbau untuk selalu menjaga pola hidup sehat dan makan dengan gizi yang seimbang. Rajin berolah raga dan cuci tangan sebelum makan, karena sumber kuman bisa masuk melalui makanan dengan tangan yang kotor, saya mengajak semuanya untuk berperan aktif untuk menghidupkan kembali sikap gotong-royong, membersihkan lingkungan dengan dukungan pihak RT/ RW yang didukung stakeholder lainnya '" jelasnya.
Danrami Cisoka (Triadi SH) memberikan sambutan.
"Bagi warga agar mengibarkan bendera merah putih di depan rumahnya, umbul-umbul dan hiasan lampu lainnya. Untuk memeriahkan dan mengenang jasa para pahlawan, kami juga tidak akan diam jika ada yang namanya bencana alam dan gangguan kamtibmas, kami akan bahu membahu membantu masyarakat apapun bentuknya apalagi sifatnya kemanusiaan tentunya itu bagian dari tugas kami ( TNI-red) yang di prioritaskan. Siapkan diri kita menyambut HUT-RI yang ke-81, semoga kita semuanya dalam keadaan sehat dan tetap semangat dengan rasa suka cita untuk menyambut hari kemerdekaan negara kita (Indonesia)
"Pungkasnya
Sekertaris Karang Taruna Jayanti (Riki) menyampaikan terkait persoalan sosial yakni menyangkut pengangguran.
"Saya ingin wilayah Kecamatan Jayanti tidak terabaikan dalam hal pekerjaan di perusahaan yang ada, jangan sampai pengangguran di wilayah Kecamatan Jayanti terus ada, bagaimana caranya menyiasati hal ini ? Tentunya butuh kerjasama yang baik , seharusnya setiap kelulusan pertahun anak sekolah yang masuk dalam data, agar bisa mengetahui jumlah siswa-siswi yang ingin bekerja diwilayah Kecamatan Jayanti.
Masalah lain yang timbul di perusahaan adalah terkait on off nya para pekerja, sehingga bagi para pendatang dari luar wilayah yang bekerja menjadi nekat melakukan Booking Open (BO) via aplikasi.
Ini persoalan yang benar-benar tidak bisa dipandang sebelah mata, ini adalah perhatian sosial tanpa terkecuali. Jangan sampai isu ini dianggap sepele butuh penanganan serius " cetusnya.
Selanjutnya penyampaian-penyampaian yang disampaikan oleh Kepala Desa Se_Kecamatan Jayanti terkait Kegiatan persiapan 17 Agustus dan situasional wilayahnya.
Acara di akhiri dipukul 16.00 WIB dengan tertib, dan di tutup dengan do'a.
Dan para tamu undangan melakukan salam-salaman bentuk menguatkan tali silaturahmi.
(Taswan)

Posting Komentar