P2SP KB PAUD Sukses Mandiri Masih Bungkam, Dugaan Pembesian Tak Sesuai RAB Diminta Diaudit
SERANG — Polemik proyek revitalisasi KB PAUD Mutiara Sukses kembali menjadi sorotan. Hingga kini, pihak P2SP maupun Kepala Sekolah KB PAUD Sukses Mandiri belum memberikan penjelasan terbuka terkait dugaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Sebelumnya, media ini telah menyoroti dugaan ketidaksesuaian pekerjaan konstruksi, khususnya pada pembesian sloof dan tiang. Temuan tersebut menjadi perhatian karena bagian struktur tersebut telah dilakukan pengecoran.
Salah seorang panitia yang mengaku sebagai Ketua Pelaksana, Nasadi alias Adi, ketika kembali dikonfirmasi justru mengarahkan media kepada seseorang bernama H. Kamris dan memberikan nomor kontak yang bersangkutan. Rabu (12/8/26).
Namun, ketika ditanyakan mengenai kapasitas H. Kamris dalam proyek revitalisasi tersebut, Adi tidak memberikan penjelasan. Begitu pula saat dimintai tanggapan Kepala Sekolah, tidak ada jawaban yang diberikan.
Konfirmasi kepada H. Kamris juga belum mendapatkan respons.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai siapa H. Kamris dan dalam kapasitas apa yang bersangkutan terlibat dalam kegiatan revitalisasi KB PAUD Sukses Mandiri.
Sikap tertutup tersebut semakin menjadi perhatian karena sebelumnya telah diberitakan mengenai dugaan ketidaksesuaian pembesian dengan spesifikasi yang disebut dalam RAB.
Dugaan Pembesian Tidak Sesuai Spesifikasi
Dalam pemberitaan sebelumnya, berdasarkan hasil pengamatan di lokasi, pembesian sloof dan tiang diduga hanya menggunakan empat batang besi.
Padahal, berdasarkan keterangan pihak pelaksana saat dikonfirmasi sebelumnya, kebutuhan tulangan seharusnya lebih banyak. Pihak pelaksana juga mengakui adanya kesalahan pemasangan pembesian.
Adi sebelumnya menyampaikan bahwa pembesian sloof seharusnya menggunakan lima batang, sedangkan tulangan tiang enam batang. Namun di lapangan disebut hanya terpasang empat batang.
Selain jumlah tulangan, ukuran besi yang digunakan juga sebelumnya diakui berbeda dari spesifikasi yang disebutkan dalam RAB.
Persoalan menjadi semakin serius karena pembesian yang dipersoalkan tersebut telah terlanjur dicor.
Sudah Diperbaiki atau Belum?
Sampai berita lanjutan ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari P2SP maupun Kepala Sekolah apakah bagian konstruksi yang diduga tidak sesuai tersebut telah dibongkar, diperbaiki, atau dilakukan pemeriksaan teknis setelah pemberitaan sebelumnya.
Padahal, apabila benar terdapat kesalahan pembesian pada bagian struktur yang telah dicor, diperlukan penjelasan teknis mengenai langkah perbaikan yang dilakukan serta bagaimana memastikan kekuatan struktur bangunan tetap memenuhi standar yang dipersyaratkan.
Jangan sampai pekerjaan sekadar diperbaiki secara kasat mata tanpa adanya pemeriksaan teknis yang dapat memastikan kualitas dan kekuatan struktur bangunan.
Diminta Turun dan Audit
Atas persoalan tersebut, pihak terkait dinilai perlu turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Inspektorat Kabupaten Serang, serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten diharapkan dapat melakukan monitoring dan pemeriksaan sesuai kewenangan masing-masing.
Pemeriksaan teknis juga penting dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi untuk memastikan apakah pembesian, ukuran material, volume pekerjaan, kualitas pengecoran, serta struktur bangunan secara keseluruhan telah sesuai dengan RAB dan ketentuan teknis.
Jika memang ditemukan adanya pengurangan jumlah atau ukuran besi dari spesifikasi yang seharusnya, maka harus dipastikan apakah kondisi tersebut memengaruhi kualitas dan kekuatan bangunan.
Dengan nilai anggaran yang bersumber dari dana pemerintah, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek menjadi hal yang sangat penting.
Media ini tidak menyimpulkan telah terjadi korupsi ataupun kerugian negara. Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan, audit, pengukuran volume, pemeriksaan dokumen, serta audit teknis oleh pihak yang berwenang.
Namun, adanya dugaan perbedaan spesifikasi pembesian dengan RAB dan pengakuan pihak pelaksana sebelumnya mengenai kesalahan pemasangan menjadi alasan yang cukup untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Publik berhak mengetahui apakah pembangunan tersebut benar-benar berjalan sesuai RAB, mekanisme program, standar teknis, serta penggunaan anggaran yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini diterbitkan, P2SP dan Kepala Sekolah KB PAUD Sukses mandiri belum memberikan penjelasan mengenai tindak lanjut atas temuan sebelumnya, termasuk apakah pembongkaran atau perbaikan terhadap bagian yang dipersoalkan telah dilakukan.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada P2SP, Kepala Sekolah, H. Kamris, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pelaksanaan proyek, spesifikasi material, pembesian, mekanisme pekerjaan, serta langkah perbaikan yang telah dilakukan.(Red)



Posting Komentar