Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
BhinnekaNews71.Com
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Politik
  • Olahraga
  • Opini
  • Wisata
  • Teknologi
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
BhinnekaNews71.Com
Telusuri

Beranda Bogor Budaya Headline News opini Sosial Garam yang Hilang dari Periuk Negara: Mengapa Partai Kristen Harus Berani 'Melepaskan Pakaian' Sektarian untuk Kembali Berbisa
Bogor Budaya Headline News opini Sosial

Garam yang Hilang dari Periuk Negara: Mengapa Partai Kristen Harus Berani 'Melepaskan Pakaian' Sektarian untuk Kembali Berbisa

BhinnekaNews71.Com
BhinnekaNews71.Com
13 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



Bogor, 13 Des 2025 – Tidak lagi tentang "kami Kristen", tapi tentang "kita bangsa". Itulah kunci untuk partai politik Kristen agar tidak hanya menjadi catatan sejarah, melainkan "garam yang kembali menyegarkan periuk negara" di tengah kerumunan partai yang seringkali terjebak dalam politik identitas yang membosankan.


Bayangkan tahun 1955: Parkindo dan Partai Katolik berdiri tegak di parlemen, suaranya kental dalam membahas nasib bangsa. Mereka bukan hanya "wakil agama", tapi aktor politik yang relevan, mendapatkan kursi yang signifikan karena mampu berbicara tentang isu yang menyentuh semua warga. Namun, gelombang fusi paksa Orde Baru tahun 1973 membuang mereka ke dalam selokan sejarah – identitas Kristen "dicemplungkan" ke dalam PDI, dan semuanya terasa seperti "nyala api yang diredam ombak".


Reformasi membuka peluang kembali, dan tahun 1999 menjadi titik awal yang penuh harapan dengan munculnya Partai Demokrasi Kasih Bangsa (PDKB). Didirikan oleh tokoh-tokoh Kristen dari berbagai latar belakang, PDKB muncul sebagai salah satu wadah pertama yang membawa kembali identitas Kristen ke panggung politik pasca-Soeharto. Mereka berusaha menyuarakan nilai-nilai kekristenan seperti kasih, keadilan, dan persatuan, dengan harapan menarik dukungan tidak hanya dari umat Kristen tapi juga warga yang menginginkan politik berbasis moral.


Di tengah 48 partai yang berpartisipasi dalam Pemilu 1999, PDKB berhasil meraih 5 kursi di DPR RI – sebuah pencapaian yang patut diperhitungkan untuk partai baru, bahkan meskipun jumlah itu masih jauh dari yang dibutuhkan untuk menjadi kekuatan dominan. Namun, keberhasilan itu hanya sebentar – mereka gagal memperkuat basis elektoral di masa depan, dan meskipun menjadi bagian dari koalisi di beberapa daerah, tidak mampu membangun pengaruh yang abadi. Di sinilah kita ingat pribahasa Jawa: "Loro tulung kelakon, siji tulung gagal" (Dua tangan bisa melakukan, satu tangan akan gagal) – PDKB terlalu terjebak dalam "tangan tunggal" basis Kristen semata, lupa bahwa di politik nasional, keberhasilan membutuhkan dukungan yang luas dari berbagai kelompok.


Yang perlu ditegaskan dengan jelas: sejak berdirinya partai politik Kristen di Indonesia, tidak pernah ada kader atau tokoh penting dari partai-partai tersebut yang kedapatan, tertangkap, atau menjadi tersangka dalam kasus korupsi apa pun. Ini adalah warisan moral yang berharga, bukti bahwa nilai-nilai kekristenan yang mereka anut telah membentuk kebijakan dan perilaku yang bersih di tengah lingkaran politik yang seringkali terkontaminasi korupsi. Kehilangan ini menjadi "pelajaran pahit" bahwa hanya "muncul kembali" belum cukup – butuh lebih dari itu untuk bertahan di ranah politik nasional, tanpa mengorbankan warisan moral yang sudah terbentuk.


Setelah PDKB meredup, PDS muncul sebagai bintang baru, meraih 13 kursi di 2004. Tapi keajaiban itu hanya sesaat: konflik internal yang memecah belah dan gagal menarik pemilih di luar basis membuat mereka terjatuh dari panggung. Sejak 2009, Senayan seperti kehilangan "suara moral" yang penting – dan partai Kristen terjebak dalam lingkaran "kecil, sektarian, dan tidak relevan".


Masalahnya tidak hanya ada di luar, tapi juga di dalam komunitas sendiri. Umat Kristen di Indonesia seperti "koleksi kaca yang berbeda-beda" – ada Protestan, Katolik, berbagai sinode dan denominasi, masing-masing dengan fokus yang berbeda. Menyatukan mereka dalam satu visi politik adalah seperti "membuat kerangka dari kayu yang beragam" – sulit, mudah retak. Bahkan, banyak pemilih Kristen malah lebih suka partai nasionalis-sekuler karena dianggap lebih mampu "menghidupi pluralisme" daripada partai sendiri yang terlalu "kaku" dengan identitas agama.


Disini terasa makna pribahasa Jawa lain: "Banyu kalih gumantung, banyu tunggal rebah" (Air yang banyak bisa menopang, air yang sedikit akan kering) – perpecahan internal membuat partai Kristen seperti "air tunggal" yang mudah kering, tidak mampu menopang diri sendiri di tengah tekanan politik.


Di sisi lain, label "partai agama" menjadi jerat di tengah masyarakat mayoritas. Meskipun berdiri di atas Pancasila, mereka selalu ditilik dengan waspada – "apakah mereka akan memaksakan ajaran agama ke semua orang?" Ternyata, ketakutan itu lebih kuat daripada pesan mereka, membuat sulit menarik pemilih non-Kristen yang sebenarnya mencari "politik berbasis nilai, bukan identitas".


Tidak ketinggalan, tantangan dana dan struktur organisasi membuat partai kecil seperti ini sulit bersaing. Tanpa dana yang cukup, kampanye nasional hanyalah mimpi, dan struktur yang kaku membuat mereka lambat beradaptasi dengan perubahan zaman.


Jadi, apakah partai Kristen masih punya harapan? Jawabannya: YA – tapi hanya jika mereka berani "melepaskan pakaian sektarian" dan menjadi partai yang "berjiwa Kristen tapi berhati nasional".


Berikut adalah "ramuan rahasia" untuk kembali menjadi aktor politik yang kuat:


1. Visi yang "Lebih Besar Dari Sendiri": Bonum Commune sebagai Landasan


Jangan lagi bicara tentang "melayani umat Kristen", tapi tentang "melayani kebaikan bersama" (Bonum Commune). Tegaskan berdiri di atas Pancasila, dan buat visi yang menjangkau semua suku, agama, dan golongan – dari petani di pedalaman hingga pekerja di kota. Jadilah partai yang "peduli dengan pendidikan yang terjangkau, kesehatan yang layak, dan lingkungan yang bersih" – isu-isu yang benar-benar menyentuh hati masyarakat.


2. Kader yang "Melewati Batas Denominasi": Soliditas yang Tidak Bisa Diragu


Lakukan upaya serius untuk mempersatukan tokoh-tokoh kunci dari berbagai sinode dan organisasi Kristen. Jangan biarkan partai dianggap sebagai "perpanjangan tangan satu gereja saja" – itu adalah jalan menuju kehancuran. Buat tim yang "beragam tapi satu tujuan", di mana perbedaan denominasi bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk memahami kebutuhan masyarakat yang beragam.


3. Kampanye yang "Digital dan Kreatif": Jauh dari Politisasi Agama


Di era digital, partai tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk kampanye. Manfaatkan platform sosial, buatkan konten yang menarik dan relevan, ceritakan cerita tentang perubahan nyata yang bisa dilakukan. Hindari berbicara tentang isu agama yang sensitif – lebih baik bicara tentang "keadilan sosial, antikorupsi, dan perlindungan minoritas" – nilai-nilai Kristen yang sebenarnya bisa disukai oleh semua orang.


4. Inklusivitas yang "Benar-Benar Nyata": Jangan Hanya Untuk Kristen


Jadilah partai yang "buka pintu untuk semua". Jangan meminggirkan pemilih non-Kristen – mereka adalah basis elektoral potensial yang "merindukan politik berbasis nilai". Buktikan bahwa partai bisa mewakili kepentingan semua warga, bukan hanya kelompok sendiri. Hanya dengan begitu, partai akan dianggap "serius" dan "layak dipercaya" – sesuai dengan pribahasa Jawa: "Jeruk segar diambil, jeruk busuk dibuang" (Yang bermanfaat akan diterima, yang tidak akan ditinggalkan) – partai yang inklusif dan bermanfaat akan selalu memiliki tempat di hati masyarakat.


Transformasi ini tidak mudah – seperti "menanam pohon di tanah yang kering" – tapi bukan tidak mungkin. Saat kita melihat ke masa depan, tidak mustahil kita menyaksikan kemunculan kembali partai Kristen yang baru – yang tidak lagi bersandar pada identitas sektarian, tapi mengusung nilai-nilai kesetaraan yang diamanatkan oleh UUD 1945.


Partai ini akan menjadi "suara nyaring" untuk kesetaraan tanpa memandang agama, suku, atau golongan – sesuai dengan pasal 28D ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas pengakuan, pelindungan, dan pemenuhan hak-haknya secara sama dan setara. Mereka tidak akan menjadi "perpanjangan tangan gereja", tapi "perpanjangan tangan konstitusi" – menyebarkan nilai-nilai keadilan, kasih, dan kesetaraan yang menjadi inti kekristenan sekaligus jiwa negara, sambil tetap memelihara warisan mulia: kader yang bersih, tidak pernah terlibat korupsi.


Hanya dengan begitu, partai Kristen akan benar-benar menjadi "garam yang kembali menyegarkan periuk negara" – sebuah aktor politik yang dibutuhkan bangsa untuk membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan penuh rasa hormat terhadap setiap warga.


Oleh Kefas Hervin Devananda, Jurnalis Senior Pewarna Indonesia dan Wasekjen Ormas Parkindo


Keterangan : Teknologi Gambar AI

Via Bogor
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Pemerintah Kecamatan Jayanti

Pemerintah Kecamatan Jayanti
Pemerintah Kecamatan Jayanti

DPRD PROVINSI BANTEN "MARHABAN YA RAMADHAN" SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1446 H/2025 M

DPRD PROVINSI BANTEN "MARHABAN YA RAMADHAN" SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1446 H/2025 M
DPRD PROVINSI BANTEN "MARHABAN YA RAMADHAN" SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1446 H/2025 M

Pemerintah Kecamatan Jayanti Ucapkan Selamat atas Dilantik nya Bupati dan Wakil Bupati Tangerang

Pemerintah Kecamatan Jayanti Ucapkan Selamat atas Dilantik nya Bupati dan Wakil Bupati Tangerang
Pemerintah Kecamatan Jayanti Ucapkan Selamat atas Dilantik nya Bupati dan Wakil Bupati Tangerang

Pemerintah Kecamatan Jayanti Turut Mensukseskan MTQ ke 55 Tingkat Kabupaten Tangerang Kecamatan Kron

Pemerintah Kecamatan Jayanti Turut Mensukseskan MTQ ke 55 Tingkat Kabupaten Tangerang Kecamatan Kron
Pemerintah Kecamatan Jayanti Turut Mensukseskan MTQ ke 55 Tingkat Kabupaten Tangerang Kecamatan Kronjo

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

Pengacara Hamonangan Simanjuntak SH Dukung Sikap Polri Tolak Wacana di Bawah Kementerian

BhinnekaNews71.Com- Januari 28, 2026 0
Pengacara Hamonangan Simanjuntak SH Dukung Sikap Polri Tolak Wacana di Bawah Kementerian
Advokat Hamonangan SH TANGERANG, — Pengacara Hamonangan Simanjuntak, S.H., dari Kantor Hukum Hamonangan Simanjuntak dan Rekan yang juga Bendahara Posbakum La…

DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN

DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN
DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN



BPBD PROVINSI BANTEN, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1445 H / 2024 M

BPBD PROVINSI BANTEN, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1445 H / 2024 M
BPBD PROVINSI BANTEN, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1445 H / 2024 M

DPRD PROVINSI BANTEN: SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI 2024

DPRD PROVINSI BANTEN: SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI 2024
DPRD PROVINSI BANTEN: SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI 2024

DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU PROVINSI BANTEN KE 23

DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU PROVINSI BANTEN KE 23
DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU PROVINSI BANTEN KE 23

DPRD PROVINSI BANTEN MARHABAN YA RAMADHAN

DPRD PROVINSI BANTEN MARHABAN YA RAMADHAN

Pemerintah Desa Julang, Dirgahayu Republik Indonesia 78 Tahun

Pemerintah Desa Julang, Dirgahayu Republik Indonesia 78 Tahun
Pemerintah Desa Julang, Dirgahayu Republik Indonesia 78 Tahun

FIRMA HUKUM JAMAL SH DAN REKAN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN

FIRMA HUKUM JAMAL SH DAN REKAN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN
FIRMA HUKUM JAMAL SH DAN REKAN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN

Bapenda Banten Luncurkan Inovasi Pelayanan Digital Road Tax

Bapenda Banten Luncurkan Inovasi Pelayanan Digital Road Tax
Bapenda Banten Luncurkan Inovasi Pelayanan Digital Road Tax

SELAMAT NATAL 2022 DAN TAHUN BARU 2023

SELAMAT NATAL 2022 DAN TAHUN BARU 2023
SELAMAT NATAL 2022 DAN TAHUN BARU 2023

Aplikasi Sambat Permudah Masyarakat Dalam Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor

Aplikasi Sambat Permudah Masyarakat Dalam Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor
Aplikasi Sambat Permudah Masyarakat Dalam Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor

Marhaban Ya Ramadhan 1444 H

Marhaban Ya Ramadhan 1444 H
Marhaban Ya Ramadhan 1444 H

Hari Pers Nasional 2023 "North Sumatera"

Hari Pers Nasional 2023 "North Sumatera"
Hari Pers Nasional 2023 "North Sumatera"

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah

PPBNI DPAC MAJASARI MARHABAN YA RAMADHAN

PPBNI DPAC MAJASARI MARHABAN YA RAMADHAN
PPBNI DPAC MAJASARI MARHABAN YA RAMADHAN

Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi Gerindra Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah

Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi Gerindra Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah
Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah

DPP PAS, MARHABAN YA MARHABAN YA RAMADHAN 1444 HIJRIAH

DPP PAS, MARHABAN YA MARHABAN YA RAMADHAN 1444 HIJRIAH
DPP PAS, MARHABAN YA MARHABAN YA RAMADHAN 1444 HIJRIAH

Pemerintah Desa Julang, Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah

Pemerintah Desa Julang, Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah
Pemerintah Desa Julang, Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah

PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Rajeg

PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Rajeg
PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Rajeg

Bacaleg DPRD Kabupaten Tangerang Partai Gerindra, Dapil 4

Bacaleg DPRD Kabupaten Tangerang Partai Gerindra, Dapil 4
Bacaleg DPRD Kabupaten Tangerang Partai Gerindra, Dapil 4


Selamat Hari Jadi Kecamatan Jayanti ke 24 Tahun

Selamat Hari Jadi Kecamatan Jayanti ke 24 Tahun
Selamat Hari Jadi Kecamatan Jayanti ke 24 Tahun

Ucapan Selamat Tahun Baru 2025

Ucapan Selamat Tahun Baru 2025
Pemerintah Kecamatan Jayanti

Berita Terpopuler

Warga Cisoka dan Jayanti di Landa Banjir, Justru Kali Gembong Airnya Tidak Mengalir

Warga Cisoka dan Jayanti di Landa Banjir, Justru Kali Gembong Airnya Tidak Mengalir

Januari 24, 2026
Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Tahun 2026, Bahrum Ulum Terpilih Secara Aklamasi

Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Tahun 2026, Bahrum Ulum Terpilih Secara Aklamasi

Januari 24, 2026
Kunjungan Kerja Ketua IWO-I ke Perumda Kabupaten Serang, Banyak Keluhan Masyarakat Mengemuka

Kunjungan Kerja Ketua IWO-I ke Perumda Kabupaten Serang, Banyak Keluhan Masyarakat Mengemuka

Januari 27, 2026
Polri Harus Tetap Independen, Praktisi Hukum Erick F Sibuea SH MH Tegas Tolak Wacana Kepolisian di Bawah Kementerian

Polri Harus Tetap Independen, Praktisi Hukum Erick F Sibuea SH MH Tegas Tolak Wacana Kepolisian di Bawah Kementerian

Januari 27, 2026
 Toko Obat Dijalan Raya Serpong Berkedok Gerai Pulsa Dan Kosmetik Bebas Menjajakan Barang Haram

Toko Obat Dijalan Raya Serpong Berkedok Gerai Pulsa Dan Kosmetik Bebas Menjajakan Barang Haram

Januari 27, 2026
Jerit Warga Komplek Pinang Griya Permai, Banjir Rendam Rumah Akibat Tanggul Kali Angke Jebol

Jerit Warga Komplek Pinang Griya Permai, Banjir Rendam Rumah Akibat Tanggul Kali Angke Jebol

Januari 23, 2026
Wakapolres Serang Bergerak Cepat Meninjau Banjir di Lima Kampung di Pamarayan

Wakapolres Serang Bergerak Cepat Meninjau Banjir di Lima Kampung di Pamarayan

Januari 23, 2026
Ketum LSM BP2A2N Cium Dugaan Konspirasi Terstruktur Peredaran Obat Ilegal di Tangsel: “Mustahil Aparat Tidak Mengetahui”

Ketum LSM BP2A2N Cium Dugaan Konspirasi Terstruktur Peredaran Obat Ilegal di Tangsel: “Mustahil Aparat Tidak Mengetahui”

Januari 26, 2026
Diduga Bocor Informasi, Polsek Serpong Terlambat Menindaklanjuti Informasi Dari Awak Media Terkait Peredaran Obat Ilegal

Diduga Bocor Informasi, Polsek Serpong Terlambat Menindaklanjuti Informasi Dari Awak Media Terkait Peredaran Obat Ilegal

Januari 27, 2026
 Disebut “Berita Recehan”, Dugaan MBG Tak Layak di SPPG Dapur Malabar Buka Indikasi Penyimpangan Program Negara

Disebut “Berita Recehan”, Dugaan MBG Tak Layak di SPPG Dapur Malabar Buka Indikasi Penyimpangan Program Negara

Januari 26, 2026

Berita Terpopuler

Warga Cisoka dan Jayanti di Landa Banjir, Justru Kali Gembong Airnya Tidak Mengalir

Warga Cisoka dan Jayanti di Landa Banjir, Justru Kali Gembong Airnya Tidak Mengalir

Januari 24, 2026
Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Tahun 2026, Bahrum Ulum Terpilih Secara Aklamasi

Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Tahun 2026, Bahrum Ulum Terpilih Secara Aklamasi

Januari 24, 2026
Kunjungan Kerja Ketua IWO-I ke Perumda Kabupaten Serang, Banyak Keluhan Masyarakat Mengemuka

Kunjungan Kerja Ketua IWO-I ke Perumda Kabupaten Serang, Banyak Keluhan Masyarakat Mengemuka

Januari 27, 2026
Polri Harus Tetap Independen, Praktisi Hukum Erick F Sibuea SH MH Tegas Tolak Wacana Kepolisian di Bawah Kementerian

Polri Harus Tetap Independen, Praktisi Hukum Erick F Sibuea SH MH Tegas Tolak Wacana Kepolisian di Bawah Kementerian

Januari 27, 2026
 Toko Obat Dijalan Raya Serpong Berkedok Gerai Pulsa Dan Kosmetik Bebas Menjajakan Barang Haram

Toko Obat Dijalan Raya Serpong Berkedok Gerai Pulsa Dan Kosmetik Bebas Menjajakan Barang Haram

Januari 27, 2026
Jerit Warga Komplek Pinang Griya Permai, Banjir Rendam Rumah Akibat Tanggul Kali Angke Jebol

Jerit Warga Komplek Pinang Griya Permai, Banjir Rendam Rumah Akibat Tanggul Kali Angke Jebol

Januari 23, 2026
Wakapolres Serang Bergerak Cepat Meninjau Banjir di Lima Kampung di Pamarayan

Wakapolres Serang Bergerak Cepat Meninjau Banjir di Lima Kampung di Pamarayan

Januari 23, 2026
Ketum LSM BP2A2N Cium Dugaan Konspirasi Terstruktur Peredaran Obat Ilegal di Tangsel: “Mustahil Aparat Tidak Mengetahui”

Ketum LSM BP2A2N Cium Dugaan Konspirasi Terstruktur Peredaran Obat Ilegal di Tangsel: “Mustahil Aparat Tidak Mengetahui”

Januari 26, 2026
Diduga Bocor Informasi, Polsek Serpong Terlambat Menindaklanjuti Informasi Dari Awak Media Terkait Peredaran Obat Ilegal

Diduga Bocor Informasi, Polsek Serpong Terlambat Menindaklanjuti Informasi Dari Awak Media Terkait Peredaran Obat Ilegal

Januari 27, 2026
 Disebut “Berita Recehan”, Dugaan MBG Tak Layak di SPPG Dapur Malabar Buka Indikasi Penyimpangan Program Negara

Disebut “Berita Recehan”, Dugaan MBG Tak Layak di SPPG Dapur Malabar Buka Indikasi Penyimpangan Program Negara

Januari 26, 2026
BhinnekaNews71.Com

About Us

BhinnekaNews71.Com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: bhinnekanews71@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2024 BhinnekaNews71.Com
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber