Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Polisi Diminta Usut Pagu Aspirasi Dewan PKB Tangerang Progam Budidaya Ternak yang Diduga Fiktif di Kecamatan Balaraja dan Jayanti

Tangerang|| Bantuan Anggaran Aspirasi Dewan PKB yang telah di realisasikan terhitung bulan September kini di soroti berbagai pihak tanpa terkecuali sosial kontrol.


Kegiatan bantuan tersebut nyatanya masih abu-abu, padahal bantuan tersebut sudah turun anggaran. Namun pantauan tim awak Media melihat sisi kejanggalan yang diperoleh lewat hasil konfirmasi dan langsung tinjau fisik bangunan kandang dan jenis kegiatan yang sesuai diterima nya.


Tercatat 9 keluarga penerima manfaat Pagu Anggaran anggota DPRD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang, Ustur Ubadi, di dua wilayah Kecamatan Jayanti, dan Balaraja.


Masing masing penerima manfaat mendapat Pagu Anggaran berkat aspirasi politisi muda tersebut bervariasi, antara Rp 10, 15 hingga 20juta dalam program peternakan, seperti Kambing, Bebek, Ayam, dan Ikan Lele.


Namun dalam program pelaksanaan peternakan tersebut ditemukan sejumlah kejanggalan, seperti biaya pembuatan kandang, harga hewan ternak yang tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang ditentukan, serta dugaan lain tidak ditemukan fisik peternakan.



Delapan dari Sembilan Penerima Pagu Anggaran di Dua Kecamatan dapat ditemui dan dikonfirmasi, membenarkan mendapatkan Pagu Anggaran anggota Dewan PKB Kabupaten Tangerang, Ustur Ubadi. masing-masing dengan nama penerima: Ujat, Murta, Padil, Edi, Rusmin, Sohani (Kumis) yang berada di Desa Dangdeur, Kecamatan Jayanti, sementara di Desa Sukamurni Kecamatan Balaraja, yaitu Oji, H.Nurhasan, namun berbeda dengan Jahroni tidak dapat ditemui serta dugaan pelaksanaan program diduga Fiktif.


Saat Konfirmasi ulang karena berita sebelumnya pernah tayang,atas nama Jahroni tidak ada di lokasi tempat usahanya didepan Ponpes Al-Badar Dangdeur,kala itu awak Media ditanya oleh Ibu muda yang tak lain adalah istrinya Jahroni. Jum'at, (25/11/23). 


Saat awak Media menanyakan terkait usahanya atas nama Jahroni yang penerima bantuan modal guna keperluan usaha palet, Ibu muda tersebut berkata " Jahroni jarang pulang, pulangnya saja sebulan sekali.Dia kerja di Jauh" Katanya.


Ketika awak Media menanyakan seputar usaha tersebut, si Ibu menambahkan dengan nada sinis dan percaya diri  " Pak usaha palet gak begitu laku,terkait pemberian bantuan itu milik pak"Tambahnya.


Pantauan awak Media di lapak palet tersebut,terlihat tidak seriusnya berjualan palet. Tidak adanya penataan tempat,bahkan terkesan palet tersebut seolah tidak untuk di jual.

Rumput yang menyelimuti atap,dan atap di bagian dalam bolong dan dinding tidak di tata dengan baik,seolah-olah pembiaran dan masa bodoh.

Juga lapak yang selalu di tutupi pagar,maka orang yang lewat juga tidak akan percaya jika itu adalah lapak palet untuk di jual.


Saat konfirmasi seputar pemberian Dana Hibah tersebut terhadap penyalur aspirasi masyarakat atas nama anggota dewan PKB yaitu UU (Inisial-red) sayangnya chat via WhatsApp tidak di tanggapi.


Sementara itu ditempat terpisah penerima bantuan atas nama Fakhruroji/Gopal, yang menerima bantuan berupa ayam petelur dengan nominal 20 Juta.

Sangat di sayangkan karena sudah tiga bulan lebih namun kandang ayam nya saja belum beres dan masih belum tertata dengan baik.

Padahal anggaran sudah turun,namun kenyataannya masih menyisakan PR.

Saat dikonfirmasi oleh awak Media kepada Fakhruroji/Gopal dia mengatakan " Iya baru buat kandang, karena saya sakit-sakitan .

Nanti siapa yang jagain ayam jika saya sakit begini, insallah saya akan bereskan kerjaan pembuatan kandang itu" Terangnya


Sampai berita ini tayang, pihak yang bertanggung jawab penuh atas kegiatan bantuan peternakan tersebut belum dapat dimintai keterangan.

Masyarakat berharap pada pihak kepolisian dapat mengusut dana Aspirasi pagu Dewan yan diduga fiktif tersebut, serta pihak yang berkewenangan melakukan audit dan melakukan cek lokasi, karena diduga para penerima bantuan peternakan tersebut di nilai cacat dan menghambur-hamburkan uang negara lewat pajak masyarakat.

(Taswan)


Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *