Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
 Tekan Harga Beras, Pemkab Tangerang Bersama Satgas Pangan Terus Gelar Operasi

By On Februari 29, 2024



TANGERANG - Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Beras yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tangerang berasama stakeholder. Maka Pemerintah gencar melakukan kegiatan pasar murah beras SPHP di setiap kecamatan, dan kegiatan tersebut sedang berlangsung hingga saat ini.


Menurut Iskandar Nordat selaku Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tangerang "setiap hari satgas pangan beserta Disperindag kab.tangerang dan Bulog melakukan kegiatan operasi pasar murah dengan penyaluran beras SPHP sebanyak 2 ton di setiap kecamatan 

Kepada masyarakat".


Dengan kegiatan tersebut masyarakat sangat terbantu dengan adanya operasi pasar murah beras SPHP tersebut. Dan dari hasil operasi pasar murah yg dilakukan oleh Satgas Pangan Polresta Tangerang beserta Disperindag Kab.tangerang dan Bulog menekan penurunan harga beras dipasaran sehingga untuk saat ini beras premium yang ada dipasaran semula dari harga 17.000 sampai 18.000 saat ini turun menjadi 16.000.


"Perkembangan harga beras dipasaran saat ini terpantau semula dari harga Rp. 17.000, saat ini turun menjadi Rp. 16.000. Tentunya harga tersebut merupakan aksi hasil operasi pasar murah yang gencar dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Tangerang bersama  Satgas Pangan Polresta Tangerang beserta Disperindag Kab.tangerang dan Bulog." Tutur Iskandar Norda.(*/Red) 

Bocah Umur 6 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Oleh Pria Dewasa (30) di Wilayah Pasar Kemis

By On Februari 24, 2024

Ilustrasi


Tangerang || Lagi - lagi terjadi perlakuan tidak pantas terhadap anak dibawah umur dan terbilang masih Balita usia 6 tahun, sebut saja mawar korban pencabulan oleh pria berumur 30 tahun di daerah pasar Kemis, kabupaten Tangerang provinsi Banten. Sabtu (24/02/24) 


Orang tua korban pencabulan anak di bawah umur menceritakan kronologis kejadian yang menimpa putrinya yang baru berusia 6 tahun dihadapan awak media, saat melakukan visum oleh Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobat Balaraja. Awalnya Ibu korban curiga atas prilaku anaknya yang selalu teriak - teriak saat di dekati diduga pelaku pencabulan anak,"awas lu bilangin mamah" Ujar anak tersebut bercerita dengan polosnya.


Lalu ibunya, mendesak Putrinya yang baru berumur 6 tahun agar mau berterus terang, apa yang sudah terjadi pada dirinya, lalu kemudian putrinya pun menceritakan nya, Ibu mawar yang keseharian nya bekerja menjaga warung jajanan di sebuah warnet, dan baru bekerja setahun selalu membawanya saat di warnet, dari situlah korban mawar di perlakuan tidak senonoh oleh diduga pelaku pencabulan anak tersebut yang benar-benar masih bau kencur dan dibawah umur. 



Orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib Polresta Tangerang, dan si pelaku langsung di ringkus Polisi Polresta Tangerang, beserta membawa rekaman CCTV warnet saat kejadian. 


Diduga pelaku pencabulan anak dibawah umur, terancam hukuman sanksi berdasarkan pasal 82 ayat (1) junto pasal 76E Undang - undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Atas undang - undang Nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan Anak. Dengan sanksi pidana berupa penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun, dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,-(lima milyar rupiah). 


pihak keluarga menuntut pelaku pencabulan anak dibawah umur di proses secara hukum yang berlaku.


Dilansir dari berita antero.co 


(Taswan)

Matel di Perempatan Pasar Ceplak di Duga Merampas Kendaraan Sepeda Motor dan Menggelapkannya

By On Februari 24, 2024

Kab.Tangerang || Matel yang sering disebut mata elang kini menjadi momok yang menakutkan dikalangan warga setempat. Mereka beroperasi di wilayah hukum Balaraja, dalam menjalankan tugasnya sangat meresahkan warga. Tepatnya di perempatan pasar Ceplak dan perempatan Merak yang masuk wilayah hukum Polsek Balaraja Polres Tangerang Polda-Banten.


 Kronologi kejadian, telah terjadi perampasan sepeda motor yang rampas secara paksa yang dilakukan oleh Matel atas nama ( Yono) (Kodir) dan Kawan-kawan yang beroperasi wilayah Ceplak (Sabtu 24 Februari 2024)


Jenis motor N-max warna biru nopol A 3794 YE milik Nurasiah, setelah ditelusuri di leasing terkait (KREDIT PLUS). Unit tersebut tidak diserahkan ke kantor kredit plus dan pihak kantor tidak tau dimana unit tersebut. Sehingga bisa disimpulkan diduga kalau unit ini dijual atau digelapkan oleh para Matel.


Dengan ini atas nama Nurasiah Korban perampasan berkoordinasi dengan ketua Pemuda desa Talok Kecamatan Kresek. Dan berbagai aliansi masyarakat lainnya akan melakukan upaya laporan kepada pihak kepolisian di Polsek Balaraja, dan berharap pihak APH segera melakukan sweeping para Matel yang biasa beroperasi disekitaran Wilayah hukum Balaraja tepatnya perempatan Ceplak dan perempatan Merak.

Jika pihak APH tidak segera menanggapi laporan tersebut dan ambil tindakan, maka pihak aliansi masyarakat akan segera turun ke jalan untuk melakukan tindakan sweeping.


Jayadi  selaku tokoh masyarakat sekaligus ketua Pemuda desa Talok Kecamatan Kresek akhirnya angkat  bicara "Dengan keadaan seperti ini, kita harus  kompak   terutama  para ketua ormas yang ada diwilayah Kresek. Agar  bergabung   menyikapi masalah matel yang ada, karena mereka dalam menjalankan aksinya tidak sungkan-sungkan berbuat semau gue saja dalam menjalankan aksinya, dan parahnya lagi unit tersebut bukannya diserahkan ke Kantor Kredit Plus justru malah digelapkan" Jelasnya dengan nada geram


Lanjut Jayadi " Padahal unit tersebut tinggal empat bulan lagi untuk lunas, namun pihak matel sudah kelewat batas main tarik paksa dijalan saja.

Dan parahnya lagi dikemanakan unit sepeda Motor N-max tersebut, jika di kantor tidak ada dan mengetahui berarti ada kemungkinan digelapkan atau dijual oleh Matel tersebut demi mencari keuntungan semata lewat menakut-nakuti warga yang dianggap masih nunggak angsuran.

Tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor roda dua merupakan kejahatan dan terhadap pelakunya dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP." Tutupnya



Sampai terbitnya berita ini, pihak Matel belum dimintai keterangannya.


(Taswan)

Selain Diduga Tak Berizin Pabrik Produksi Bahan Tinner di Sepatan Timur, Limbah B3 Dibuang Ke Kali Cisadane

By On Februari 24, 2024




TANGERANG, -- Pengelolaan pembuatan bahan thinner yang diduga dikelola CV Sinar Surya Kreasindo di Kampung Pondok Dadap RT 03/02, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang diduga tak memiliki izin lengkap alias ilegal dan mengeluarkan bau tidak sedap.


Selain itu, Usaha pembuatan bahan Thinner tersebut berdiri diatas lahan bantaran Sungai Cisadane dan adanya indikasi limbah B3 nya di buang langsung ke kali tersebut.


Tak hanya itu, aroma tak sedap yang menyesakkan hidung tercium diduga imbas saat adanya aktivitas disana dan juga selalu terdengar suara bising yang mengganggu warga sekitar. 


Dikonfirmasi dilokasi, ditemui penjaga keamanan (Security), menjelaskan, pabrik tersebut telah beroperasi selama 5 tahun, Ia mengatakan perihal perizinan sepengetahuan nya hanya tingkat Lingkungan dan Desa. 


“Saya hanya menjaga keamanan pabrik saja, kalau untuk perizinannya setahu saya hanya lingkungan sekitar saja dan Desa, dan yang bekerja juga warga sekitar”, ucapnya saat menjawab Media. Kamis (22/2/24).



Selanjutnya saat awak media berusaha ingin mendapatkan klarifikasi dari pihak CV atau penanggung jawab Kegiatan, SM seorang pekerja mengatakan, " Kita semua disini termasuk saya, hanya pekerja, kalau lebih jelasnya silahkan ke Bos Srikaton saja," tukas pekerja berinisal SM itu. 



Sementara, salah satu Warga Pondok Dadap, Desa Kedaung Barat, yang enggan disebutkan namanya menduga pabrik thinner tersebut diduga belum memiliki izin lengkap, dan juga ia selalu mendengar suara bising setiap kali beroperasi, serta mencium bau menyengat yang berasal dari pabrik thinner tersebut.


“Kalau saya menduga pabriknya belum ada izin lengkap, terus kalau lagi operasi tercium bau tidak sedap, sampai membuat sesak nafas, saya khawatir bisa membahayakan keluarga dan warga sekitar,” keluhnya. 


Warga yang enggan disebutkan namanya menyebut, masyarakat memiliki hak atas lingkungan yang baik, dan sehat, dan kami berharap pemerintah untuk segera menutup kegiatan yang merugikan sekitar tersebut, " pinta X. 


Sisi lain, Pengelola atau pemilik Usaha pembuatan tinner yang disebut Sri Katon dikonfirmasi melalui jejaring komunikasi whatsapp tidak merespon wartawan, hingga dimuat nya berita ini. 



Perlu diketahui, dalam UUD 1945 Pasal 28 H ayat (1), setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal di lingkungan hidup yang baik dan sehat.


Pabrik tersebut juga bisa dijerat pasal 65 UU 32/2009, yang setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai bagian dari hak asasi manusia.


Dalam waktu dekat, Awak media akan berkoordinasi dengan Dinas Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup, APH, dan Muspika Kecamatan Sepatan untuk segera menindaklanjuti nya.(Tim)

Jumat Keliling, Kapolres Sampaikan Terima Kasih Masyarakat Tangerang Jaga Pemilu 2024 Damai

By On Februari 23, 2024



TANGERANG, - Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho melalui Program Jum'at keliling dan Jum'at Curhat mengucapkan terima kasih kepada masyarakat di wilayah hukumnya telah menjaga kondusifitas selama pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) tahun 2024 saat ini.


Kapolres juga menyampaikan menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) pasca pemilu 2023-2024 di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, bukan hanya tugas polisi tetapi menjadi tugas seluruh masyarakat agar kedamaian dan kenyamanan selalu tercipta.


Zain menjelaskan bahwa program salat Jum'at keliling dan Jumat Curhat dilakukan jajaran kepolisian guna menyapa masyarakat, mendengar dan mencatat setiap permasalahan yang terjadi dilingkungan untuk diselesaikan.


Hari ini, Jum'at, 23 Februari 2024, Kapolres melaksanakan Jumat keliling di Masjid Al Amin, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 25 Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang.


"Saya Kombes Zain Dwi Nugroho, selaku Kapolres Metro Tangerang Kota, mengucapkan terima kasih atas peran masyarakat dalam mendukung kesuksesan Pemilu yang diselenggarakan pada 14 Februari 2024 kemarin di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota," tuturnya.


Lanjutnya, tahapan pemilu Pileg dan Pilpres 2024 telah dilaksanakan dengan jurdil aman dan lancar. Apapun hasilnya, baik presiden maupun wakil rakyat di parlemen (anggota dewan) itu adalah pilihan rakyat. Tetap jaga persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa.


"Jangan sampai terjadi pemisahan dan perpecahan masyarakat hanya karena perbedaan pilihan. Saling  menghormati, jangan mudah terprovokasi oleh berita-berita hoax yang belum tentu kebenarannya," kata Zain dihadapan jamaah usai pelaksanaan salat Jumat berjamaah itu.


Kapolres pun menambahkan, soal maraknya kasus tawuran dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, pengunaan kunci ganda dan kamera pengawas (CCTV) di lingkungan akan dapat meminimalisir terjadinya aksi-aksi kejahatan.


"Curanmor dapat terjadi dimana saja, dan kapan saja termasuk Masjid. Diharapkan gunakan kunci ganda, parkir ditempat yang aman, serta pasang CCTV di lingkungan," ujarnya.


Dijelaskan Dia, kegiatan Jumat keliling sekaligus Jumat Curhat ini merupakan program prioritas Kapolri. Polisi mendengar, mencatat dan membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lingkungan. Tentunya, dengan melibatkan Bhabinkamtibmas dan Polisi RW, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.


"Libatkan remaja di kegiatan positif seperti pengajian, olahraga dan lain sebagainya. Mari bersama kita jaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah," tambahnya.


Usai melaksanakan kegiatan tersebut, Kapolres, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Tangerang Kota, juga berkesempatan menyerahkan Al Quran untuk dapat digunakan dalam kegiatan pengajian di Masjid Al-Amin.(*/Red) 

Pengamanan Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2024 di PPK se-Kota Tangerang, Kapolres:  Waspada dan Humanis

By On Februari 20, 2024

 



TANGERANG, - Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) dan Kapolsek memantau jalannya rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan pada Pemilu 2024.


Berdasarkan jadwal, rapat Pleno tersebut serentak digelar di 13 Kecamatan se-Kota Tangerang oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Setelah ditunda dari jadwal yang ditentukan pada Minggu, 18 Februari kemarin, baru dilaksanakan hari ini, Selasa 20 Februari 2024.


Dua lokasi PPK yang dipantau langsung pengamanannya adalah GOR Dimyati di Sukasari, Kecamatan Tangerang dan GOR Balai Rakyat, di Karawaci Baru, Kecamatan Karawaci, yang digunakan sebagai gudang penyimpanan Logistik Pemilu 2024 dan sekaligus sebagai tempat pelaksanaan Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara tingkat PPK. Selasa, (20/2/2024) pagi WIB.


Kapolres mengatakan, Pihaknya telah menyiagakan puluhan personel pengamanan gabungan di 18 PPK yang tengah menggelar rapat atau sidang pleno rekapitulasi penghitungan hasil suara Pemilu 2024.


Selain memantau jalannya rapat pleno ini, Zain pun memberikan arahan kepada personel pengamanan agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan, termasuk pengecekan terhadap orang yang keluar masuk GOR (Gedung Olah Raga) yang dijadikan tempat berlangsungnya Pleno.


"Pemeriksaan dilakukan petugas terhadap orang maupun benda yang keluar masuk area sidang Pleno berlangsung. Tentunya pengamanan harus dilakukan dengan persuasif dan humanis. Antisipasi segala hal yang tidak diinginkan yang dapat menggangu jalannya rapat pleno," ujar Zain.


Lanjut dia, Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya bersama TNI maupun Bawaslu, menjamin keamanan dan mengawasi selama proses penghitungan atau rekapitulasi suara di tingkat PPK ini.


"Kami, Polri dan TNI akan mengawal setiap tahapannya, agar pleno dapat berjalan dengan aman, lancar dan Kondusif," tuturnya .


Lebih lanjut, pada kesempatan tersebut Kapolres mengecek pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di GOR dan sekelilingnya guna memastikan keamanannya.


"Kepada personel pengamanan yang bertugas, saya minta untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan baik itu logistik maupun terhadap orang-orang yang dapat menggangu jalannya rapat pleno ini," tandas Zain.(*/Red) 

Hitungan Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Akibatkan Pengunjung Warung Meninggal Dunia di Tangerang

By On Februari 19, 2024




TANGERANG, - Pelaku berinisial DPK (20), pemuda yang kabur usai menusuk korban berinisial MI (24) warga Pinang, Kota Tangerang hingga meninggal dunia akhirnya berhasil ditangkap Satuan Reskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama  Subdit Jatanras Polda Dit Reskrimum Metro Jaya. 


Pelaku penusukan tersebut ditangkap tim gabungan beberapa jam pasca kejadian. Minggu, (18/2/2024) sore sekira pukul 17.00 WIB.


Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia itu terjadi di Jalan Gempol Raya, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada pukul 04.30 WIB.


"Ada 2 orang korban dari penganiayaan yang dilakukan pelaku DPK ini, 1 orang meninggal dunia berinisial MI (24) akibat luka tusukan di dada sebelah kanan dan 1 korban lagi berinisial R (24) mengalami luka tusukan di paha kanan," kata Zain dalam keterangannya kepada wartawan. Senin, (19/2/2024).


Lanjutnya dia, pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ini sudah berhasil diamankan pada hari yang sama, Minggu (18/2) sore sekitar pukul 17.00 WIB, saat dalam perjalanan menggunakan bus di Tol Lampung menuju Jambi.


"Pelaku berhasil kita amankan saat hendak melarikan diri, di Jalan Tol Lampung setelah berkoordinasi dengan pihak PJR Kota Baru Polda Lampung di Tol Terbanggi KM 79," jelas Kapolres.


Zain mengungkapkan, antara kedua korban dengan tersangka ini tidak saling mengenal. Awalnya tersangka bermaksud menukar uang receh Rp50 ribu. Namun, karena pihak pemilik warung tidak memiliki uang receh untuk penukaran akhirnya pelaku marah-marah hingga terjadi keributan dengan korban yang sedang belanja di warung tersebut.


"Antara korban dan pelaku ini tidak saling mengenal. Kedua korban disaat yang bersamaan sedang berada di warung untuk membeli rokok. Karena tersangka marah-marah terjadilah keributan antara pelaku dengan kedua korban," terangnya.


Saat keributan itu terjadi, ungkap Kapolres, tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dari balik bajunya, Kemudian langsung menusuk Korban MI di bagian dada sebelah kanan, selanjutnya menusuk korban R di paha sebelah kanan. Pada saat kejadian kedua korban sempat lari, namun baru mengetahui tertusuk setelah sampai di rumah temannya yang berdekatan dengan lokasi kejadian. Lalu teman korban segera membawa korban ke RS.  Mulya Pinang, namun korban MI tidak tertolong.


"Akibat penusukan itu, Korban MI meninggal dunia di RS Mulya Pinang, Kota Tangerang," ujarnya.


Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau pasal 354 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat akibatkan orang meninggal dunia dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun.


(ML)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *