Di Tengah Erupsi Anak Krakatau, Lima Jurnalis Hilang Kontak, PIJAR Panjatkan Doa Keselamatan
![]() |
| Rombongan jurnalis yang hilang Kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau |
SERANG — Lima jurnalis dari berbagai media dilaporkan hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9/2026). Kelima jurnalis tersebut diketahui berangkat dari wilayah Anyer, Banten, menggunakan speedboat dengan tujuan meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Kantor SAR Banten. Tim SAR dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar perairan menuju Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau.
Dalam operasi pencarian, Tim 1 diberangkatkan pada pukul 14.59 WIB menuju lokasi yang menjadi titik pencarian untuk memastikan keberadaan kelima jurnalis beserta kru kapal.
Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak tersebut masing-masing Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA Biro Banten, Arie Basuki fotografer Merdeka.com, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua Perkumpulan Insan Jurnalis dan Reporter (PIJAR), Josh Munthe, menyampaikan keprihatinan sekaligus harapannya agar seluruh jurnalis dan kru kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.
"Atas nama PIJAR, kami turut prihatin dan sangat berharap kelima rekan jurnalis bersama kru kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kami juga mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan mereka serta kelancaran proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR," ujar Josh Munthe.Rabu (9/9/2026).
Josh juga mengapresiasi langkah cepat tim SAR yang langsung melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan hilangnya kontak dengan para jurnalis tersebut.
"Kami percaya tim SAR terus berupaya jn maksimal. Semoga seluruh proses pencarian diberikan kemudahan, dan kelima rekan kami beserta kru kapal segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga," tambahnya.
PIJAR berharap informasi mengenai perkembangan pencarian dapat terus disampaikan kepada keluarga, rekan seprofesi, serta masyarakat, sembari mengimbau semua pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.(Red)

Posting Komentar