Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
BhinnekaNews71.Com
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Politik
  • Olahraga
  • Opini
  • Wisata
  • Teknologi
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
BhinnekaNews71.Com
Telusuri

Beranda Dharmasraya Headline News opini ‎Tumbuh Tanpa Sorotan: Anak Petani, Kerja sunyi, dan Harga Diri
Dharmasraya Headline News opini

‎Tumbuh Tanpa Sorotan: Anak Petani, Kerja sunyi, dan Harga Diri

BhinnekaNews71.Com
BhinnekaNews71.Com
05 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Aisah: Mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Hukum dan Ekonomi Bisnis Universitas Dharmas Indonesia 


Dharmasraya, -- Tidak semua anak yang tumbuh dengan sorotan dan kemewahan dalam hidup. Sebagian tumbuh dengan kesederhanaan dari tetesan keringat orang tua sebagai seorang petani yang kerap di pandang sebelah mata.


Saya salah satu dari mereka.


Saya tumbuh di rumah kecil tanpa adanya kemewahan di dalam nya. setiap pagi, sebelum matahari terbit langkah kaki ayah sudah lebih dulu datang ke kebun untuk mencari rezeki untuk anak dan istrinya. Ibu dengan penuh ketulusan dan kasih sayang sudah berisik di dapur memasak sarapan untuk anak nya sebelum bersekolah.


Ayah saya bekerja di kebun karet dan sawit milik orang lain. Ia bukan pemilik tanah, bukan pula pengusaha kebun. Ia hanyalah seorang buruh yang menukar tenaga dan waktunya dengan upah yang sering kali habis sebelum bulan berganti.


Tangannya mengeras oleh getah, pakaiannya berbau tanah dan keringat. Dari sanalah saya belajar kesabaran dan ketabahan dalam hidup.

Ibu menjalani peran yang tak kalah berat. Ia mengelola rumah dengan perhitungan yang cermat, memastikan kebutuhan terpenuhi meski ruang gerak sangat terbatas. 


Kelelahan sering disimpannya sendiri agar tidak menular pada kami. Doa-doanya lebih panjang daripada keluhannya, dan ketabahannya menjadi penopang ketika keadaan terasa semakin sempit dan harapan seolah menyusut. ibu yang selalu sabar dan ikhlas melakukan pekerjaan rumah. 


Menjadi anak petani dan buruh berarti tumbuh bersama batas-batas yang nyata. Batas ekonomi, batas kesempatan, dan batas yang kerap diciptakan oleh pandangan sosial. Namun, saya belajar bahwa batas bukanlah penentu masa depan, melainkan titik awal pembentukan karakter. 


Anak petani bukan sekadar anak petani; ia adalah anak dari kerja keras, dari ketekunan yang diwariskan setiap hari, dan dari nilai hidup yang sering kali tidak terlihat oleh mereka yang tumbuh dalam kemudahan.


Yang paling berat tidak selalu soal kekurangan materi. pada masa-masa tertentu, ketika kondisi ekonomi keluarga berada di titik paling rapuh, sikap manusia justru terasa paling menguji. Kami sering dipandang sebelah mata, bahkan oleh keluarga sendiri. 


Bukan melalui penolakan terang-terangan, melainkan jarak yang pelan-pelan tercipta. Kami hadir, tetapi sering kali kehadiran kami seolah tidak dianggap ada.


Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa label sosial kerap bekerja lebih cepat daripada empati. Bahwa keadaan ekonomi sering kali dijadikan ukuran nilai seseorang, bahkan sebelum ia sempat memperkenalkan dirinya sebagai manusia yang utuh.


Ayah dan ibu memilih merespons semua itu dengan ketenangan. Tidak ada amarah yang diumbar, tidak ada keluhan yang diperpanjang. Ayah tetap bekerja seperti biasa, seolah dunia tidak sedang meragukan martabatnya. Ibu tetap mendoakan kebaikan, bahkan bagi mereka yang memilih menjaga jarak. Dari sikap itulah saya belajar bahwa martabat tidak dibangun dari pengakuan orang lain, melainkan dari cara seseorang bertahan tanpa kehilangan nilai-nilainya.


Di ruang sosial yang lebih luas, pekerjaan menyadap karet dan bekerja di kebun sawit milik orang lain sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang sederhana. Persepsi itu kemudian melekat pada keluarga, bahkan pada anak-anaknya, seolah latar belakang menentukan sejauh mana seseorang layak bermimpi dan sejauh apa langkahnya pantas diarahkan.


Padahal, anak petani bukan sekadar statistik sosial. Ia adalah ruang kemungkinan yang menunggu kesempatan untuk tumbuh. Ada malam-malam ketika doa ibu terasa lebih panjang dari biasanya, dan pagi-pagi ketika ayah berangkat dengan kesunyian yang penuh tanggung jawab. Dari keduanya saya belajar bahwa keteguhan tidak selalu bersuara, dan cinta tidak selalu membutuhkan pengakuan.


Dalam keterbatasan itu, pendidikan menjadi satu-satunya cahaya yang paling nyata. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang harapan. Setiap biaya pendidikan yang dikeluarkan orang tua saya adalah hasil dari keringat dan doa yang tidak pernah dihitung secara matematis. 


Setiap buku yang saya buka terasa seperti titipan peluh ayah dan harapan ibu. Dari sanalah saya memahami bahwa asal-usul tidak membatasi tujuan, selama seseorang mau berjalan dan bertahan.

Saya tumbuh dengan kesadaran bahwa saya harus belajar lebih sungguh-sungguh dan berjalan lebih hati-hati. 


Bukan untuk membuktikan diri kepada dunia, melainkan untuk menjaga harga diri keluarga saya. Ada tanggung jawab moral yang ikut tumbuh bersama saya: tanggung jawab untuk tidak menyia-nyiakan pengorbanan yang telah diberikan dalam diam.


Saya menolak anggapan bahwa anak petani dan buruh hanya pantas berada di pinggiran. Kami mungkin lahir dari keterbatasan, tetapi kami dibesarkan oleh ketahanan. Dari kebun karet dan sawit yang bukan milik kami, saya belajar tentang proses, kesabaran, dan arti menunggu—pelajaran yang tidak selalu tertulis, tetapi membentuk cara pandang saya terhadap kehidupan.


Hari ini, ketika saya melangkah sebagai mahasiswa, saya membawa seluruh kisah itu bukan sebagai beban, melainkan sebagai identitas.


Saya tidak malu menyebut asal-usul saya. Justru dari sanalah saya belajar tentang arti martabat—tentang bagaimana tetap berdiri meski sering diremehkan, dan bagaimana mimpi bisa tumbuh dari tempat yang paling sederhana.


Anak petani dan buruh bukan cerita sedih yang perlu dikasihani. Kami adalah kisah ketahanan yang perlu dihargai. Kami tumbuh tanpa sorotan, tetapi dengan nilai yang kuat. Kami belajar bertahan sebelum berani bermimpi, dan belajar rendah hati sebelum mengenal ambisi.


Bagi saya, menjadi anak petani dan buruh bukanlah aib. Ia adalah akar. Dan dari akar itulah, kami belajar tumbuh diam-diam, kuat, dan tidak mudah dipatahkan. Dari kesederhanaan, martabat dapat tumbuh. Dari ketekunan, masa depan perlahan menemukan jalannya. (AS)

Via Dharmasraya
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Pemerintah Kecamatan Jayanti

Pemerintah Kecamatan Jayanti
Pemerintah Kecamatan Jayanti

DPRD PROVINSI BANTEN "MARHABAN YA RAMADHAN" SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1446 H/2025 M

DPRD PROVINSI BANTEN "MARHABAN YA RAMADHAN" SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1446 H/2025 M
DPRD PROVINSI BANTEN "MARHABAN YA RAMADHAN" SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1446 H/2025 M

Pemerintah Kecamatan Jayanti Ucapkan Selamat atas Dilantik nya Bupati dan Wakil Bupati Tangerang

Pemerintah Kecamatan Jayanti Ucapkan Selamat atas Dilantik nya Bupati dan Wakil Bupati Tangerang
Pemerintah Kecamatan Jayanti Ucapkan Selamat atas Dilantik nya Bupati dan Wakil Bupati Tangerang

Pemerintah Kecamatan Jayanti Turut Mensukseskan MTQ ke 55 Tingkat Kabupaten Tangerang Kecamatan Kron

Pemerintah Kecamatan Jayanti Turut Mensukseskan MTQ ke 55 Tingkat Kabupaten Tangerang Kecamatan Kron
Pemerintah Kecamatan Jayanti Turut Mensukseskan MTQ ke 55 Tingkat Kabupaten Tangerang Kecamatan Kronjo

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

Edarkan Ribuan Obat Keras Tanpa Izin, Dua Pria Diciduk Polisi di Warung Kopi

BhinnekaNews71.Com- Januari 17, 2026 0
Edarkan Ribuan Obat Keras Tanpa Izin, Dua Pria Diciduk Polisi di Warung Kopi
Tangerang – Unit Reskrim Polsek Batuceper, Polres Metro Tangerang Kota, berhasil mengungkap kasus peredaran sediaan farmasi tanpa izin dan tidak memenuhi stand…

DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN

DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN
DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN



BPBD PROVINSI BANTEN, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1445 H / 2024 M

BPBD PROVINSI BANTEN, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1445 H / 2024 M
BPBD PROVINSI BANTEN, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1445 H / 2024 M

DPRD PROVINSI BANTEN: SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI 2024

DPRD PROVINSI BANTEN: SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI 2024
DPRD PROVINSI BANTEN: SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI 2024

DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU PROVINSI BANTEN KE 23

DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU PROVINSI BANTEN KE 23
DPRD PROVINSI BANTEN, DIRGAHAYU PROVINSI BANTEN KE 23

DPRD PROVINSI BANTEN MARHABAN YA RAMADHAN

DPRD PROVINSI BANTEN MARHABAN YA RAMADHAN

Pemerintah Desa Julang, Dirgahayu Republik Indonesia 78 Tahun

Pemerintah Desa Julang, Dirgahayu Republik Indonesia 78 Tahun
Pemerintah Desa Julang, Dirgahayu Republik Indonesia 78 Tahun

FIRMA HUKUM JAMAL SH DAN REKAN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN

FIRMA HUKUM JAMAL SH DAN REKAN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN
FIRMA HUKUM JAMAL SH DAN REKAN, DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 78 TAHUN

Bapenda Banten Luncurkan Inovasi Pelayanan Digital Road Tax

Bapenda Banten Luncurkan Inovasi Pelayanan Digital Road Tax
Bapenda Banten Luncurkan Inovasi Pelayanan Digital Road Tax

SELAMAT NATAL 2022 DAN TAHUN BARU 2023

SELAMAT NATAL 2022 DAN TAHUN BARU 2023
SELAMAT NATAL 2022 DAN TAHUN BARU 2023

Aplikasi Sambat Permudah Masyarakat Dalam Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor

Aplikasi Sambat Permudah Masyarakat Dalam Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor
Aplikasi Sambat Permudah Masyarakat Dalam Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor

Marhaban Ya Ramadhan 1444 H

Marhaban Ya Ramadhan 1444 H
Marhaban Ya Ramadhan 1444 H

Hari Pers Nasional 2023 "North Sumatera"

Hari Pers Nasional 2023 "North Sumatera"
Hari Pers Nasional 2023 "North Sumatera"

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah

PPBNI DPAC MAJASARI MARHABAN YA RAMADHAN

PPBNI DPAC MAJASARI MARHABAN YA RAMADHAN
PPBNI DPAC MAJASARI MARHABAN YA RAMADHAN

Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi Gerindra Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah

Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi Gerindra Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah
Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah

DPP PAS, MARHABAN YA MARHABAN YA RAMADHAN 1444 HIJRIAH

DPP PAS, MARHABAN YA MARHABAN YA RAMADHAN 1444 HIJRIAH
DPP PAS, MARHABAN YA MARHABAN YA RAMADHAN 1444 HIJRIAH

Pemerintah Desa Julang, Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah

Pemerintah Desa Julang, Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah
Pemerintah Desa Julang, Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hijriah

PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Rajeg

PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Rajeg
PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Rajeg

Bacaleg DPRD Kabupaten Tangerang Partai Gerindra, Dapil 4

Bacaleg DPRD Kabupaten Tangerang Partai Gerindra, Dapil 4
Bacaleg DPRD Kabupaten Tangerang Partai Gerindra, Dapil 4


Selamat Hari Jadi Kecamatan Jayanti ke 24 Tahun

Selamat Hari Jadi Kecamatan Jayanti ke 24 Tahun
Selamat Hari Jadi Kecamatan Jayanti ke 24 Tahun

Ucapan Selamat Tahun Baru 2025

Ucapan Selamat Tahun Baru 2025
Pemerintah Kecamatan Jayanti

Berita Terpopuler

BEM FIKES Undhari Gelar AKK, Pererat Kebersamaan dan Solidaritas Civitas Akademika FIKES

BEM FIKES Undhari Gelar AKK, Pererat Kebersamaan dan Solidaritas Civitas Akademika FIKES

Januari 12, 2026
Road Show UNDHARI di SMAN 2 Tebo: Kampus Berkualitas Dekat Daerah, Inspirasi Masa Depan

Road Show UNDHARI di SMAN 2 Tebo: Kampus Berkualitas Dekat Daerah, Inspirasi Masa Depan

Januari 15, 2026
 Diduga Kongkalikong Polsek Tirtayasa dengan Pengusaha BBM Ilegal, Barang Bukti Raib, LSM MAPPAK Angkat Bicara

Diduga Kongkalikong Polsek Tirtayasa dengan Pengusaha BBM Ilegal, Barang Bukti Raib, LSM MAPPAK Angkat Bicara

Januari 12, 2026
 Pentingnya Menghargai Diri Sendiri sebagai Landasan Menghargai Orang Lain

Pentingnya Menghargai Diri Sendiri sebagai Landasan Menghargai Orang Lain

Januari 15, 2026
BREAKING NEWS, Diduga Edaran Tramadol–Hexymer di Sukatani Buka Lagi Usai Dicek Aparat, Publik Kian Geram

BREAKING NEWS, Diduga Edaran Tramadol–Hexymer di Sukatani Buka Lagi Usai Dicek Aparat, Publik Kian Geram

Januari 10, 2026
Edarkan Obat Tanpa Izin, Dua Pria Diamankan Polisi di Jalan Veteran

Edarkan Obat Tanpa Izin, Dua Pria Diamankan Polisi di Jalan Veteran

Januari 15, 2026
Mobil Transportir PT SGB di Panongan Diduga Angkut BBM Tanpa Izin, Proses Penanganan Masih Berputar

Mobil Transportir PT SGB di Panongan Diduga Angkut BBM Tanpa Izin, Proses Penanganan Masih Berputar

Januari 15, 2026
Natal Rasa Pela Gandong di Jogja: Orang Maluku Lintas Iman Rayakan Damai Bersama

Natal Rasa Pela Gandong di Jogja: Orang Maluku Lintas Iman Rayakan Damai Bersama

Januari 12, 2026
Jalan Menuju Puskesmas Kibin Terendam Banjir Serta Berlubang, Pemerintah Diduga Tutup Mata

Jalan Menuju Puskesmas Kibin Terendam Banjir Serta Berlubang, Pemerintah Diduga Tutup Mata

Januari 12, 2026
Ketika Bakat Menemukan Takdirnya

Ketika Bakat Menemukan Takdirnya

Januari 13, 2026

Berita Terpopuler

BEM FIKES Undhari Gelar AKK, Pererat Kebersamaan dan Solidaritas Civitas Akademika FIKES

BEM FIKES Undhari Gelar AKK, Pererat Kebersamaan dan Solidaritas Civitas Akademika FIKES

Januari 12, 2026
Road Show UNDHARI di SMAN 2 Tebo: Kampus Berkualitas Dekat Daerah, Inspirasi Masa Depan

Road Show UNDHARI di SMAN 2 Tebo: Kampus Berkualitas Dekat Daerah, Inspirasi Masa Depan

Januari 15, 2026
 Diduga Kongkalikong Polsek Tirtayasa dengan Pengusaha BBM Ilegal, Barang Bukti Raib, LSM MAPPAK Angkat Bicara

Diduga Kongkalikong Polsek Tirtayasa dengan Pengusaha BBM Ilegal, Barang Bukti Raib, LSM MAPPAK Angkat Bicara

Januari 12, 2026
 Pentingnya Menghargai Diri Sendiri sebagai Landasan Menghargai Orang Lain

Pentingnya Menghargai Diri Sendiri sebagai Landasan Menghargai Orang Lain

Januari 15, 2026
BREAKING NEWS, Diduga Edaran Tramadol–Hexymer di Sukatani Buka Lagi Usai Dicek Aparat, Publik Kian Geram

BREAKING NEWS, Diduga Edaran Tramadol–Hexymer di Sukatani Buka Lagi Usai Dicek Aparat, Publik Kian Geram

Januari 10, 2026
Edarkan Obat Tanpa Izin, Dua Pria Diamankan Polisi di Jalan Veteran

Edarkan Obat Tanpa Izin, Dua Pria Diamankan Polisi di Jalan Veteran

Januari 15, 2026
Mobil Transportir PT SGB di Panongan Diduga Angkut BBM Tanpa Izin, Proses Penanganan Masih Berputar

Mobil Transportir PT SGB di Panongan Diduga Angkut BBM Tanpa Izin, Proses Penanganan Masih Berputar

Januari 15, 2026
Natal Rasa Pela Gandong di Jogja: Orang Maluku Lintas Iman Rayakan Damai Bersama

Natal Rasa Pela Gandong di Jogja: Orang Maluku Lintas Iman Rayakan Damai Bersama

Januari 12, 2026
Jalan Menuju Puskesmas Kibin Terendam Banjir Serta Berlubang, Pemerintah Diduga Tutup Mata

Jalan Menuju Puskesmas Kibin Terendam Banjir Serta Berlubang, Pemerintah Diduga Tutup Mata

Januari 12, 2026
Ketika Bakat Menemukan Takdirnya

Ketika Bakat Menemukan Takdirnya

Januari 13, 2026
BhinnekaNews71.Com

About Us

BhinnekaNews71.Com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: bhinnekanews71@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2024 BhinnekaNews71.Com
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber