Media Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari: Antara Kebutuhan dan Tantangan
Oleh: Akmal Habib Saputra: Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB Undhari
Dharmasraya, -- Media sosial telah menjadi bagian yang menyatu dengan rutinitas manusia dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas sederhana seperti berkomunikasi, mencari hiburan, memperoleh informasi, hingga mengambil keputusan kini banyak dilakukan melalui media sosial.
Kehadirannya tidak lagi bersifat pelengkap, melainkan telah menjadi ruang utama tempat manusia menjalani sebagian besar aktivitas hariannya. Media sosial bukan hanya memengaruhi perilaku manusia, tetapi secara perlahan membentuk pola hidup dan cara berpikir tanpa disadari.
Sudut pandang ini berbeda dari pandangan umum yang menilai media sosial hanya sebagai alat komunikasi atau sarana hiburan. Penulis meyakini bahwa pengaruh terbesar media sosial justru terletak pada kemampuannya mengarahkan kebiasaan, perhatian, dan cara manusia memaknai realitas sehari-hari.
Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan media sosial telah mengubah cara manusia mengelola waktu. Banyak orang merasa hanya menghabiskan waktu singkat saat membuka media sosial, padahal kenyataannya waktu yang terbuang sering kali jauh lebih lama dari yang disadari.
Kebiasaan menggulir layar menjadi aktivitas rutin yang dilakukan berulang kali dalam sehari. Hal ini bukan sekadar persoalan kurangnya kedisiplinan, melainkan akibat dari sistem algoritma media sosial yang dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna.
Konten yang terus disesuaikan dengan minat membuat pengguna betah berlama-lama, sehingga waktu terasa berjalan tanpa disadari. Pengaruh media sosial juga terlihat jelas dalam hubungan sosial. Media sosial memang memudahkan komunikasi jarak jauh dan memperluas jaringan pertemanan.
Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kemudahan ini sering kali diiringi dengan menurunnya kualitas interaksi langsung. Banyak orang lebih sibuk membalas pesan atau memperbarui unggahan dibandingkan membangun percakapan tatap muka.
Kehadiran fisik sering kali tergantikan oleh kehadiran digital, sementara kedekatan emosional menjadi semakin dangkal. Relasi sosial menjadi cepat dan praktis, tetapi kehilangan kedalaman makna.
Dalam ranah budaya, media sosial berperan besar dalam membentuk selera dan kebiasaan masyarakat. Tren yang viral di media sosial dengan cepat diikuti oleh banyak orang, mulai dari gaya berpakaian, makanan, hingga cara berbicara.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat sering kali mengikuti arus popularitas tanpa proses refleksi yang matang. Nilai suatu hal tidak lagi diukur dari manfaat atau maknanya, melainkan dari seberapa ramai dibicarakan.
Media sosial pada akhirnya menciptakan budaya seragam yang mengedepankan popularitas daripada keunikan. Pengaruh media sosial dalam aspek ekonomi juga sangat nyata. Media sosial membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berwirausaha, mempromosikan produk, dan membangun personal branding.
Banyak individu yang sebelumnya memiliki keterbatasan modal kini mampu mengembangkan usaha melalui platform digital. Namun, bersamaan dengan itu, media sosial juga mendorong pola konsumsi berlebihan.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat terus terpapar iklan dan gaya hidup yang ditampilkan secara menarik. Akibatnya, keputusan membeli sering kali didorong oleh keinginan sesaat dan citra sosial, bukan kebutuhan nyata.
Dalam bidang politik dan isu sosial, media sosial telah menjadi ruang utama pembentukan opini publik. Informasi politik kini hadir dalam bentuk yang ringkas dan mudah diakses. Hal ini meningkatkan partisipasi masyarakat, tetapi juga membawa risiko penyederhanaan berlebihan.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat kerap membentuk sikap politik berdasarkan potongan informasi yang belum tentu utuh atau akurat. Penyebaran informasi yang cepat tanpa verifikasi memicu kesalahpahaman dan polarisasi di tengah masyarakat.
Dampak paling mendalam dari media sosial justru terlihat pada aspek psikologis individu. Media sosial menampilkan kehidupan orang lain dalam versi terbaiknya, sehingga memicu perbandingan sosial yang terus-menerus.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang merasa tertinggal atau tidak cukup berhasil ketika membandingkan dirinya dengan apa yang dilihat di layar. Perasaan cemas, kurang percaya diri, dan kelelahan mental menjadi konsekuensi yang sering muncul, terutama pada generasi muda yang intens menggunakan media sosial.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan berkaitan dengan meningkatnya tingkat stres dan menurunnya kualitas tidur. Selain itu, laporan penggunaan digital global mencatat bahwa waktu yang dihabiskan di media sosial terus meningkat setiap tahunnya.
Fakta-fakta ini memperkuat argumen bahwa media sosial memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan sehari-hari, baik secara fisik maupun mental. Namun demikian, penting untuk ditegaskan bahwa media sosial bukanlah sumber masalah utama.
Media sosial menjadi sangat berpengaruh karena digunakan tanpa kesadaran dan batas yang jelas dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial pada dasarnya bersifat netral. Dampak positif atau negatifnya sangat bergantung pada cara manusia menggunakannya.
Oleh karena itu, yang dibutuhkan bukanlah penolakan terhadap media sosial, melainkan pengelolaan yang bijak. Kesadaran akan waktu penggunaan, kemampuan menyaring informasi, serta literasi digital yang baik menjadi kunci utama.
Media sosial seharusnya berfungsi sebagai alat pendukung kehidupan, bukan sebagai pusat kendali yang mengatur ritme aktivitas manusia. Pengaruh media sosial dalam kehidupan sehari-hari bersifat luas, mendalam, dan sering kali tidak disadari.
Media sosial telah membentuk kebiasaan, relasi sosial, budaya, ekonomi, hingga cara manusia memandang dirinya sendiri. Jika digunakan tanpa kendali, media sosial dapat mengikis kualitas hidup.
Namun, jika dimanfaatkan secara sadar dan bertanggung jawab, media sosial justru dapat menjadi sarana yang memperkaya pengalaman hidup manusia. Pada akhirnya, kualitas pengaruh media sosial ditentukan oleh sejauh mana manusia mampu mengendalikan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. (AS)

Posting Komentar