Dugaan Sindikat BBM Subsidi Ilegal Beraksi di SPBU Cibadak, Empat Armada Box Modifikasi Disorot
![]() |
| Foto sampul berita yang sempat tayang |
SUKABUMI, SENIN 5 OKTOBER 2026 — Informasi mengenai dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kabupaten Sukabumi sempat tayang di sejumlah media online, namun kini pemberitaan tersebut sudah tidak dapat diakses kembali. Berdasarkan narasi yang sebelumnya beredar, dugaan aktivitas ilegal ini terpusat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kecamatan Cibadak hingga Parungkuda.
Berdasarkan pantauan yang sempat dipublikasikan, sedikitnya empat unit truk box diduga telah dimodifikasi dan terlihat keluar-masuk SPBU secara berulang untuk mengambil BBM bersubsidi dalam jumlah besar. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan utama adalah SPBU nomor 34.43307 di Jalan Siliwangi, Cibolang, Kecamatan Cibadak.
Salah satu armada yang terekam jelas adalah truk box berwarna kuning bermerek Mitsubishi Fuso dengan nomor polisi B 9191 AD. Kendaraan ini terpantau aktif beroperasi hingga malam hari, berulang kali mengisi BBM sebelum meninggalkan lokasi.
Muncul dugaan bahwa aktivitas pengambilan BBM dalam jumlah besar menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi ini mendapat pengawalan dari pihak-pihak tertentu, termasuk indikasi keberadaan oknum aparat di sekitar lokasi. Namun hal tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih memerlukan konfirmasi serta pembuktian dari pihak berwenang.
Praktik penyaluran BBM bersubsidi menggunakan kendaraan yang dimodifikasi untuk menampung bahan bakar dalam jumlah besar dilarang sesuai ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta peraturan PT Pertamina. BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk dikumpulkan dan diperdagangkan kembali secara ilegal.
Persoalan ini menjadi perhatian publik yang menanti langkah tegas dari Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto beserta jajarannya, termasuk Polda Jawa Barat dan Polres Sukabumi. Masyarakat berhak mengetahui ke mana BBM tersebut dibawa, siapa yang menampung, dan siapa yang berada di balik jaringan ini.
Redaksi membuka ruang konfirmasi maupun hak jawab bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa ini demi kelengkapan fakta.(*/tim)

Posting Komentar