Pedagang Bayar Iuran, Sampah di Jembatan Bogeg Tetap Berserakan
SERANG, — Jembatan Bogeg menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi masyarakat di Kota Serang. Selain dilintasi kendaraan, kawasan tersebut juga kerap dimanfaatkan warga untuk bersantai dan pedagang kaki lima untuk berjualan.
Namun, di tengah ramainya aktivitas masyarakat, kondisi sampah di bagian bawah dan sekitar Jembatan Bogeg menjadi sorotan. Sejumlah sampah terlihat berserakan dan belum tertangani secara optimal.
Alimudin, salah seorang pengunjung asal Pandeglang, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah, khususnya instansi yang menangani kebersihan.
“Jembatan Bogeg ini terbilang megah. Dengan adanya sampah seperti ini, tentu perlu penanganan serius agar kawasan tidak terlihat kumuh dan menjadi sumber penyakit,” ujarnya. Sabtu (27/9/26) malam.
Sementara itu, salah seorang pedagang es dan kopi mengaku selalu membersihkan sampah dagangannya setelah berjualan. Ia juga menyebut para pedagang diminta membayar iuran kebersihan sekitar Rp2.000 hingga Rp10.000 per minggu, tergantung kondisi dagangan.
“Kalau kami selesai jualan selalu dibersihkan. Untuk iuran biasanya Rp5.000 sampai Rp10.000 seminggu, kalau sedang sepi kadang Rp2.000. Yang meminta ada yang datang, tetapi kami tidak diberikan kuitansi,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena kebersihan kawasan publik berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat dan citra lingkungan Kota Serang.
Publik berharap instansi terkait dapat segera memperhatikan kondisi kebersihan di sekitar Jembatan Bogeg, termasuk memastikan pengelolaan sampah dan mekanisme iuran kebersihan berjalan secara jelas.
Hingga berita ini diterbitkan, DLHK Kota Serang belum memberikan keterangan terkait kondisi sampah maupun informasi mengenai iuran kebersihan yang disebutkan pedagang.
Redaksi BhinnekaNews71.com membuka ruang hak jawab, klarifikasi, dan koreksi bagi pihak-pihak terkait apabila terdapat informasi dalam pemberitaan ini yang perlu diluruskan.(TW)

Posting Komentar