Ribut di Depan Kantor DPC PKB Tigaraksa, Samsudin Laporkan Dugaan Pengeroyokan ke Polresta Tangerang
Kabupaten Tangerang — Kericuhan yang terjadi dalam agenda persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang berujung pada laporan polisi.
Peristiwa tersebut terjadi di depan Kantor DPC PKB Tigaraksa pada Jumat (10/04/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Situasi yang semula merupakan kegiatan penyampaian aspirasi internal partai, mendadak memanas hingga terjadi aksi dorong-dorongan.
Samsudin, Ketua Ranting PKB Desa Sumur Bandung, mengaku menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia menyebut dirinya didorong dari belakang oleh sejumlah oknum hingga berujung pada dugaan pengeroyokan.
“Awalnya saya hanya ingin menyampaikan aspirasi terkait dinamika pemilihan pimpinan di tingkat DPC. Tapi suasana berubah ricuh, bahkan ada yang meneriaki ‘penyusup’ hingga terjadi tindakan fisik,” ungkap Samsudin.
Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami kerugian tidak hanya secara fisik, tetapi juga materiil dan immateriil. Ia juga menyayangkan beredarnya video kericuhan di media sosial yang berdampak pada kondisi keluarganya.
“Bukan hanya luka fisik, tapi juga tekanan bagi keluarga karena video kejadian sudah menyebar luas,” tambahnya.
Atas peristiwa tersebut, Samsudin resmi melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polresta Tangerang pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Berdasarkan Tanda Bukti Lapor, laporan tersebut tercatat dengan nomor: TBL/B/384/IV/2026/SPKT/SATRESKRIM/POLRESTA TANGERANG/POLDA BANTEN.
Dalam laporan itu, peristiwa tersebut dikategorikan sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 471 KUHP ayat (1). Polisi juga telah mencatat sejumlah saksi, di antaranya Nasiman dan Taswan, sementara pihak terlapor masih dalam proses penyelidikan.
Kasus ini kini ditangani oleh Satreskrim Polresta Tangerang untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan barang bukti awal berupa hasil visum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPC PKB Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang terjadi.(Red)

Posting Komentar