Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Dua Sejoli Korban Pelaku Begal di Neglasari, 2 Pelaku Berhasil Ditangkap

By On Februari 29, 2024


KOTA TANGERANG, - 2 (dua) orang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) berhasil ditangkap unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Neglasari, Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya. 1 (satu) pelaku berinisial A alias Betok berhasil ditangkap di wilayah Perum, Kota Tangerang.


Setelah dilakukan pemeriksaan, A alias Betok, mengaku melakukan aksi pencurian dengan kekerasan ini bersama pelaku berinisial Z yang telah diamankan terlebih dahulu oleh tim Resmob Polres Metro Tangerang Kota dalam kasus yang berbeda.


Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, sebelumnya, kedua pelaku melakukan tindak pencurian dengan kekerasan pada pasangan muda-mudi berinisial PJR dan R saat sedang duduk-duduk diatas sepeda motor di depan sebuah warung.


"Peristiwa curas ini terjadi pada Sabtu, 16 Desember 2024 di sebuah warung yang berlokasi di Pondok Kos RT 02 RW 05, Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, sekira pukul 19.30 WIB," ungkap Kapolres. Kamis, (29/2/2024).


Lanjut Zain, saat itu kedua pasangan muda-mudi tersebut sedang duduk di atas sepeda motor. Namun, tiba-tiba dihampiri oleh dua orang pelaku sambil mengeluarkan senjata tajam (sajam) jenis celurit, kemudian memaksa kedua korban untuk menyerahkan handphone miliknya.


"Pelaku meminta handphone dan kunci motor milik korban. Namun oleh korban hanya dikasih handphone. Karena tidak dikasih kunci motor para pelaku marah dan langsung membacok korban hingga mengenai punggung belakang dan lengan kiri," ungkapnya.


"Tak hanya itu, pelaku juga memukul kening korban menggunakan benda tumpul, lalu menginjak dan menyeret korban hingga mengalami luka dan pingsan tidak sadarkan diri," tambah Zain.


Akibat kejadian yang dialaminya, korban PJR menderita luka di tangan sebelah kiri, luka lecet di lutut sebelah kiri, luka memar di dahi, luka lecet di punggung serta  kehilangan handphone miliknya. Setelah ditolong warga, korban kemudian diantar pasangannya R untuk melapor ke Polsek Neglasari.


"Dari hasil penyelidikan dan keterangan korban serta saksi-saksi di TKP. Diketahui pelaku curas ini berinisial A alias Betok dan dilakukan pengejaran. Pelaku ditangkap di daerah Perum. Dari hasil pemeriksaan Ia melakukan aksinya bersama Z yang telah ditangkap lebih dulu oleh anggota Ranmor Polres dalam kasus dan lokasi berbeda," jelasnya.


Atas perbuatannya, Lanjut Kapolres, kedua pelaku dikenakan pasal Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 KUHPidana.


"Pelaku berikut barang bukti sajam jenis celurit, handphone milik korban telah disita dan hasil Visum et Refertum diambil. Mereka (kedua Pelaku) diancam maksimal 9 tahun hukuman penjara," pungkasnya.(*/Red) 

Matel di Perempatan Pasar Ceplak di Duga Merampas Kendaraan Sepeda Motor dan Menggelapkannya

By On Februari 24, 2024

Kab.Tangerang || Matel yang sering disebut mata elang kini menjadi momok yang menakutkan dikalangan warga setempat. Mereka beroperasi di wilayah hukum Balaraja, dalam menjalankan tugasnya sangat meresahkan warga. Tepatnya di perempatan pasar Ceplak dan perempatan Merak yang masuk wilayah hukum Polsek Balaraja Polres Tangerang Polda-Banten.


 Kronologi kejadian, telah terjadi perampasan sepeda motor yang rampas secara paksa yang dilakukan oleh Matel atas nama ( Yono) (Kodir) dan Kawan-kawan yang beroperasi wilayah Ceplak (Sabtu 24 Februari 2024)


Jenis motor N-max warna biru nopol A 3794 YE milik Nurasiah, setelah ditelusuri di leasing terkait (KREDIT PLUS). Unit tersebut tidak diserahkan ke kantor kredit plus dan pihak kantor tidak tau dimana unit tersebut. Sehingga bisa disimpulkan diduga kalau unit ini dijual atau digelapkan oleh para Matel.


Dengan ini atas nama Nurasiah Korban perampasan berkoordinasi dengan ketua Pemuda desa Talok Kecamatan Kresek. Dan berbagai aliansi masyarakat lainnya akan melakukan upaya laporan kepada pihak kepolisian di Polsek Balaraja, dan berharap pihak APH segera melakukan sweeping para Matel yang biasa beroperasi disekitaran Wilayah hukum Balaraja tepatnya perempatan Ceplak dan perempatan Merak.

Jika pihak APH tidak segera menanggapi laporan tersebut dan ambil tindakan, maka pihak aliansi masyarakat akan segera turun ke jalan untuk melakukan tindakan sweeping.


Jayadi  selaku tokoh masyarakat sekaligus ketua Pemuda desa Talok Kecamatan Kresek akhirnya angkat  bicara "Dengan keadaan seperti ini, kita harus  kompak   terutama  para ketua ormas yang ada diwilayah Kresek. Agar  bergabung   menyikapi masalah matel yang ada, karena mereka dalam menjalankan aksinya tidak sungkan-sungkan berbuat semau gue saja dalam menjalankan aksinya, dan parahnya lagi unit tersebut bukannya diserahkan ke Kantor Kredit Plus justru malah digelapkan" Jelasnya dengan nada geram


Lanjut Jayadi " Padahal unit tersebut tinggal empat bulan lagi untuk lunas, namun pihak matel sudah kelewat batas main tarik paksa dijalan saja.

Dan parahnya lagi dikemanakan unit sepeda Motor N-max tersebut, jika di kantor tidak ada dan mengetahui berarti ada kemungkinan digelapkan atau dijual oleh Matel tersebut demi mencari keuntungan semata lewat menakut-nakuti warga yang dianggap masih nunggak angsuran.

Tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor roda dua merupakan kejahatan dan terhadap pelakunya dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP." Tutupnya



Sampai terbitnya berita ini, pihak Matel belum dimintai keterangannya.


(Taswan)

Kapolres Serang Takjiah Kerumah Duka Ketua KPPS Tps 09 Desa Bojot  kecamatan Jawilan

By On Februari 22, 2024

 


SERANG, - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang kembali berduka. Heri Hermawan, Ketua KPPS TPS 09 TPS 09 Desa Bojot, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang meninggal dunia.


Mendengar kabur duka tersebut, Kapolres Serang AKBP Candra Sasongko bersama Kapolsek Jawilan Iptu Jonathan Sirait bertakziah ke rumah duka di Kampung Pasir Sempur, Desa Bojot. Kapolres dan rombongan diterima Ruminah isteri dan kerabat almarhum.


"Atas pribadi maupun keluarga besar Polres Serang, menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas meninggalnya almarhum Heri Hermawan. Kami mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Kapolres saat bertakziah, Kamis (22/2/2024).


"Almarhum meninggal dunia dalam keadaan baik yaitu melaksanakan tugas. Insha Allah almarhum Husnul khotimah," ucap Candra Sasongko.


Kapolres menjelaskan kegiatan takziah ini dilakukan untuk mengungkapkan rasa empati dan duka cita kepada keluarga korban. Dalam kesempatan itu, Kapolres memberikan rejekinya kepada isteri almarhum.


"Apa yang kami berikan adalah bentuk duka cita dan penghargaan atas jasa almarhum yang gugur dalam tugas. Semoga bermanfaat untuk keluarga yang ditinggalkan," ucapnya.


Ruminah, isteri almarhum Heri Hermawan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolres Serang dan Kapolsek Jawilan yang telah meluangkan waktunya untuk bertakziah. Ruminah menyampaikan permohonan maaf jika suaminya memiliki kesalahan, khususnya saat menjalankan tugas sebagai Ketua KPPS.


"Kami dan keluarga menyampaikan permohonan maaf jika almarhum ada kesalahan ataupun kekurangan dalam melaksanakan tugas sebagai Ketua KPPS," ucap Ruminah.


Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Serang, Nasehudin mengatakan almarhum Heri Hermawan meninggal dunia karena kelelahan. Heri Hermawan menghembuskan napas terakhirnya sekira pukul 14.00 WIB pada Selasa (20/2/2024).


"Lagi ngobrol dengan anggota KPPS lain di warung kemudian jatuh ke amben terus dibawa ke klinik tapi sudah meninggal," kata Nasehudin.


Peristiwa ini menambah daftar KPPS yang meninggal dunia usai menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilu. Saat ini tercatat, sudah dua orang KPPS meninggal dunia di Kabupaten Serang.(*/Red) 

Petugas Linmas TPS Meninggal Dunia, Kapolres Serang Bertakziah dan Mendoakan Almarhum

By On Februari 20, 2024



SERANG - Kapolres Serang AKBP Candra Sasongko, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., bersama sejumlah pejabat utama Polres Serang melakukan takziah ke rumah duka Petugas Ketertiban TPS 13 Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang - Banten, Budi Hermawan di Komplek Taman Ciruas Permai (TCP) Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang - Banten, Selasa (20/02).


Budi Hermawan meninggal dunia saat menjalankan tugas di TPS 13, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sabtu (17/2/2024). Meninggalnya Budi Hermawan diduga karena kelelahan.


“Kami selaku pribadi maupun pimpinan Polres Serang menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum dengan harapan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ungkap Kapolres.


Saat bertakziah, Kapolres sempat memanjatkan doa kepada almarhum.


"Almarhum meninggal dunia dalam keadaan baik yaitu melaksanakan tugas. Insha Allah almarhum husnul khotimah,” kata Candra Sasongko.(*/Red) 

Ledakan Kabel PLN Bawah Tanah Diduga Kelalaian PT.BUMI DUTA PERSADA Pihak Kontraktor Dalam Proyek Drainase Dan Mengabaikan K3

By On Februari 16, 2024

Serang, -– Jalan Nasional Cikande Rangkas KM.06 warga di wilayah desa Parakan, kecamatan Jawilan, kabupaten Serang, Banten sangat resah, pasalnya adanya kegiatan proyek drainase yang mengakibatkan ledakan hebat dari kabel PLN di bawah tanah yang tergali alat berat (beko) dalam proyek Drainase tersebut. Pada Jum'at ( 16/02/24)



Akibat proyek drainase tersebut pihak perusahaan sekitar sangat dirugikan di karenakan tidak adanya pemberitahuan kepada pihak perusahan-perusahaan yang ada di wilayah desa Parakan tentang proyek galian pembuatan drainase tersebut yang masuk kejalan KH Samaun di Jalan desa Parakan.


Pekerjaan tersebut wilayah PPK .1.1 jalan Cikande Rangkasbitung KM.6  seharusnya pihak kontraktor ada pemberitahuan kepada pihak perusahan yang ada di wilayah tersebut, karena armada perusahan tidak bisa masuk akibat adanya galian tersebut mengakibatkan pihak perusahan sangat dirugikan.


Setelah di konfirmasi oleh awak media kabardaerah.com via telpon pada pihak pengawas dari PUPR .NASIONAL WILAYAH PPK.1.1, menjelaskan,"pemberitahuan  kecamatan aja dulu, maka  pekerjaan saya stop dulu, di karenakan dalam wilayah Parakan ada perusahaan ini pekerjaan Saya dan saya tidak tau, seharusnya ada pemberitahuan dulu sebelum dikerjakan," kata Oji sebagai pengawas.


Anwar Sopian pimpinan Redaksi kabardaerah.com angkat bicara dan meminta kepada Menteri PUPR, agar kontraktor tesebut segera di panggil dikarenakan diduga pekerjaan tersebut tidak sesuai Speck dan perlu diketahui yang digunakan adalah anggaran Negara atau uang rakyat.


Seharusnya pihak kontraktor mempersiapkan ada plat untuk jalan, agar aktivitas kendaraan yang membawa barang atau bahan baku dan pengiriman barang dari perusahan tidak terganggu, yang jelas merugikan pihak perusahan tersebut.


Dan pihak kontraktor  tersebut diduga mengabaikan K3, yang merupakan salah satu pelanggaran yang tidak bisa dibiarkan oleh dinas PUPR nasional.


Ditempat terpisah saat pelaksana dikonfirmasi via telpon tentang bagaimana terkait pekerjaan drainase, pihak pelaksana jawab sambil nada emosi," tanya aja ke pihak PUPR NASIONAL .PPK.1.1 dan tanyakan juga ke pihak kontraktor," padahal dia sendiri mengakui dia pelaksana PT. BDP (BUMI DUTA PERSADA).

  

Media kabardaerah.com konfirmasi melalui via telpon kepada kepala desa Parakan Nana Sutisna dan beliau mengatakan,"adanya kegiatan proyek tersebut belum ada surat tertulis, cuma ada bahasa lisan saja itu juga proyek tersebut sudah jalan, seharusnya sebelum pelaksanaan jalan satu hari lagi, seharusnya ada laporan dulu, ini mah sudah dikerjakan baru ada laporan, dan itu juga secara lisan bukan tertulis bahkan disini ada perusahan didalamnya, ditambah itu jalan akses utama," ujar Nana Sutisna. (Red)

Kasihumas Polres Serang Takziah Ke Rumah Duka Wartawan Media Online Warta Hukum

By On Februari 16, 2024

 



SERANG,  || Atas nama Polres Serang Kabupaten kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya wartawan Media Online Warta Hukum Alfi Afriandi, Pada Hari Jum'at, pukul 04.30 WIB. 


Demikian disampaikan Kasihumas AKP Dedi Jumhaedi kepada keluarga almarhum, saat melayat ke rumah Almarhum Alfi Afriandi, di rumah duka desa kandayakan kecamatan kragilan kabupaten Serang, Jum'at (16/2/2024). 


Dalam kesempatan tersebut Dedi, juga menyampaikan agar keluarga yang ditinggalkan sabar dan ikhlas atas musibah ini. Memang ini menjadi hal yang sangat berat bagi seluruh keluarga. Namun tak boleh larut dalam kesedihan, tapi harus bisa mengikhlaskan kepergiannya.


“Semoga Almarhum mendapatkan maghfiroh dan rahmat dari Allah dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan bersabar serta ikhlas.” ujar Dedi. (*/Red) 

Kapolres Serang Takziah Ke Rumah Duka Petugas Penyelenggara Pemungutan Suara Pemilu 2024 Yang Gugur Saat Bertugas

By On Februari 15, 2024


SERANG  - Berita duka datang dari petugas  penyelenggara pemungutan suara di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Supardi (36), Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang bertugas di TPS 13 Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang - Banten, Kamis (15/02).


Almarhum meninggal saat menjalankan tugas sebagai Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), sempat dirujuk ke Rsud Drajat Prawiranegara Kota Serang, namun almarhum sudah dinyatakan meninggal dunia.


Mendengar kabar duka tersebut Kapolres Serang AKBP Candra Sasongko, S.H.,S.I.K., M.H., M.Si, didampingi Wakapolres Serang, Kesbangpol Kabupaten Serang, Kapolsek Cikeusal dan Kapolsek Kragilan melakukan takziah di rumah duka.


Kedatangan Kapolres Serang beserta rombongan tersebut sebagai wujud rasa empati dari pihak Polres Serang kepada masyarakat, terlebih ada warganya meninggal dunia.


Kapolres Serang menyampaikan atas nama keluarga besar Polres Serang turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga Almarhum Husnul Khotimah, diterima amal ibadahnya dan dihapuskan segala dosa nya dan untuk keluarga yang ditinggalkan di beri kekuatan dan ketabahan.


“Ini merupakan wujud rasa empati terhadap penyelenggara Pemilu, Selain itu diharapkan dapat mendekatkan antara Polisi dengan masyarakat,” ucapnya.(*/Red) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *